0

Keledai Tersandung di Iraq

Pada suatu ketika, Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khathab pernah berkata bahwa beliau ngeri jika ada seekor keledai tersandung di Iraq karena ada jalan yang berlubang. Mengapa seorang yang gagah perwira seperti Khalifah Umar bisa sebegitu parnonya kalau ada keledai yang tersandung karena jalan berlubang di Iraq? Emangnya kalau ada keledai kesandung itu salahnya beliau? Ya salah sendiri, kenapa jalan nggak pake mata, sampe bisa kesandung ke lobang di jalan.

Ternyata Khalifah Umar nggak pernah berpikir kaya begitu. Beliau begitu ngeri bagaimana mempertanggungjawabkan semua itu di hadapan Allah. Beliau ngeri jika nanti keledai yang tersandung di Iraq karena jalan yang berlubang itu kemudian bersaksi kepada Allah swt., bahwa Khalifah Umar tidak meratakan jalan sehingga sang keledai tersandung! Dari sini kita akan mendapatkan gambaran bahwa Khalifah kaum muslim di dalam sistem Khilafah akan sangat memperhatikan sarana transportasi yang ada bagi rakyatnya. Sejarah telah mencatat bahwa para Khalifah kaum muslim begitu perhatian terhadap pembangunan kota, yang di dalamnya termasuk sarana transportasi, sehingga kota-kota Islam menjadi kota yang megah, indah, serta kosmopolitan selama ratusan tahun. Jalan-jalan di kota-kota Islam telah diperkeras pada abad pertengahan, sementara di London pada saat yang sama, jalan-jalan masih becek nggak ada ojieg, belepotan lumpur, dan jorok karena dilumuri jerami.

Sementara itu lihat saja apa yang terjadi sekarang. Saya sampai geleng-geleng kepala (nggak tujuh keliling). Ditlantas Polri mencatat, selama mudik 2012 yang lalu telah terjadi 5233 kecelakaan lalu lintas, dan 908 orang di antaranya mati di jalan (Al Islam Edisi 620). Dan saya yakin, di antara ribuan kecelakaan itu, banyak di antaranya karena lubang-lubang di jalan.

Saya nggak tahu persis, apakah pemerintah benar-benar memikirkan urusan ini dengan serius? Sebab perkara lubang di jalan ini sudah menyangkut nyawa manusia. Ribuan orang mengalami kecelakaan di jalan hanya karena lubang di jalan. Dengan kata lain adanya lubang di jalan ini bukan urusan kecil. Apakah pemerintah mau memikirkan ini dengan serius? Saya tekankan lagi, “dengan serius”. Sebab kalau sekedar “memikirkan”, pastilah mereka memikirkan hal itu. Tapi jika ditambah frasa “dengan serius”, konsekuensinya akan lebih berat lagi. Sebuah keseriusan mengharuskan adanya aktifitas fisik, bukan hanya aktifitas pemikiran saja. Dengan kata lain, kalau pemerintah baru bisa mikir dan ngomong doang bahwa mereka akan mempercantik sarana dan prasaran transportasi, tandanya mereka tidak serius. Tapi kalau mereka benar-benar bertindak memperbaiki seluruh sarana transportasi di negeri ini sampai tidak ada lagi jalan yang berlubang, barulah mereka bisa disebut serius.

Tapi sepertinya urusan pemerintah sudah numpuk, seperti menjaga citra, mengumpulkan kekayaan, enak-enakan studi banding alias pelesiran, persiapan buat pemilu 2014, dan banyak lagi kesibukan lainnya. Sehingga mana sempat lagi mengurusi lubang-lubang di jalan. Dengan demikian walaupun sudah ratusan orang yang mati karena lubang di jalan, mereka hanya akan berkata, “Salah sendiri, kenapa nggak ngeliat di situ ada lubang.” Pemerintah semprul tuh kaya begitu. Mari, tegakkan Syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah.

0

Abu Bakar dan Finhash

Kaum Yahudi memang banyak sekali dicela di dalam Alquran. Perilaku mereka memang benar-benar menyebalkan dan memuakkan. Hobi mereka menyekutukan Allah, melanggar perjanjian, ngomong sembarangan, berkata dusta, menghina dan membunuhi para nabi. Mereka juga hobi menyembunyikan kebenaran dan memanipulasi ayat-ayat Allah yang ada di dalam kitab-kitab mereka. Ayat-ayat yang mereka sukai akan mereka biarkan, sementara ayat-ayat yang yang terkesan menyusahkan mereka, akan mereka ubah seenak perut mereka.

Sahabat Abu Bakar Shiddiq pernah merasa sebal nggak ketulungan karena kelakuan orang-orang Yahudi. Seperti dikisahkan oleh Prof. Ali Muhammad Asholabi dalam kitab sirah-nya, beliau mengutip dari Ibnu Hisyam, Abu Bakar merasa kesal alang kepalang karena kata-kata seorang pendeta Yahudi bernama Finhash. Begini ceritanya (serem mode on).

Pada suatu hari, Abu Bakar memasuki Baytul Midras (tempat dibacakannya Taurat) kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi mengelilingi seorang rabbi mereka yang bernama Finhash. Mereka memegang alat tulis dan kitab yang dinamakan Asy-ya’.

Abu Bakar kemudian menegur Finhash. Beliau mendakwahi rabbi Yahudi itu. “Takutlah engkau kepada Allah dan masuklah Islam. Demi Allah, sebenarnya engkau sudah tahu bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dia telah datang bersama bukti-bukti kebenarannya yang kalian temukan tercantum dalam kitab-kitab kalian Taurat dan Injil.”

Finhash berkata kepada Abu Bakar, “Demi Tuhan, hai Abu Bakar, bukanlah kita yang membutuhkan Allah, tetapi dialah yang membutuhkan kita. Sesungguhnya Dia yang meminta-minta kepada kita. Sesungguhnya kitalah yang kaya dan bukan Dia. Kalau benar Dia kaya, tidak mungkin Dia meminjam harta kita, sebagaimana yang dikatakan nabimu itu. Dia melarang riba dari kalian, namun membolehkannya pada kami. Jika benar-benar kaya, Dia tidak akan memberikan kami riba.”

Mendengar kata Finhash, Abu Bakar marah besar. Beliau menampar Finhash dan berkata, “Demi jiwaku yang berada di tanganNya, kalau bukan karena adanya perjanjian antara kami dengan kalian, sudah kupukul kepalamu wahai musuh Allah.”

Finhash tidak terima dengan tamparan Abu Bakar. Dia segera mengadukan peristiwa itu kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam. “Hai Muhammad, lihatlah apa yang sudah dilakukan sahabatmu!”

Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar, “Apa yang membuatmu bertindak demikian?”

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya musuh Allah ini telah bicara melampaui batas. Dia mengaku bahwa Allah itu fakir dan merekalah yang kaya. Ketika mereka berkata begitu, aku marah karena Allah dihinakan, lalu kutampar wajahnya.”

Finhash tidak mengakui semua itu, “Aku tidak pernah mengatakan demikian,” (tuh kan ngebo’ong).

Saat itu turunlah wahyu Allah swt. untuk membongkar segala kebohongan Finhash Yahudi itu dan membenarkan Abu Bakar.

Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan ‘sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.’ Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan kepada mereka, ‘rasakanlah oleh kalian azab yang membakar’” (Ali Imran: 181).

Kaum Yahudi emang biang kerok, dan udah dari dulu kaya’ begitu. Tapi Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam melindungi seluruh umat beragama dan tidak akan memaksa mereka masuk Islam, selama mereka mau tunduk kepada kekuasaan Islam yang mewujud sebagai Khilafah Islamiyah. Khilafah Islamiyah itulah yang sekian lama melindungi perdamaian antara penganut berbagai agama. Kewajiban kitalah untuk menegakkannya lagi di abad ini.

0

Nyanyian Sang Pembunuh

Saya jadi ingat dengan sebuah game terkenal yang sudah dimainkan jutaan orang di dunia, Assassin’s Creed. Game ini berkisah tentang seorang pembunuh rahasia yang profesional, yang harus menjalankan misi membunuh orang-orang penting. Di dalam game ini juga digambarkan bahwa sang pembunuh punya latar belakang spiritual tertentu. Dan game ini mengingatkan saya kepada kelompok pembunuh profesional yang pada abad pertengahan dikenal sebagai “Assassin” di dunia barat. Dan Assassin ini memang benar-benar ada.

Pada suatu ketika di tahun 1332, Raja Philip VI dari Prancis sedang merencanakan untuk mengirimkan pasukan salib guna merebut kembali tempat-tempat suci umat Kristen yang ketika itu dikuasai kaum Muslim. Ketika mengetahui rencana raja, seorang pendeta asal Jerman bernama Brocardus menulis sebuah naskah yang berisi berbagai masukan untuk sang raja dalam menjalankan misinya. Brocardus menulis nasihat itu berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Salah satu hal penting yang ditulis Brocardus adalah tentang bahaya apa saja yang akan mengancam sang raja dalam perjalanan sucinya ke timur. Pada bagian inilah Brocardus menulis tentang Assassin.

Saya menyebutnya sebagai Assassin, yang terkutuk dan suka melarikan diri. Mereka menjual diri mereka, haus darah, dan tega membunuh orang-orang yang tak bersalah demi uang, dan tidak memedulikan kehidupan dan keselamatan mereka sendiri. Serupa hantu, mereka sanggup mengubah diri mereka menjadi segala sesuatu, meniru sikap, pakaian, bahasa, kebiasaan, dan tingkah laku bermacam-macam bangsa dan rakyat. Sembari sembunyi di balik penyamaran, mereka menebar kematian kapan pun mereka mau.

Saya belum pernah melihat mereka, saya mengetahui mereka hanya dari nama mereka dan aneka macam tulisan. Saya tidak mengetahui lebih banyak. Saya juga tak dapat menunjukkan bagaimana kebiasaan-kebiasaan atau ciri khas mereka yang lain. Saya, atau orang lain, sungguh tidak mengetahui mereka. Saya juga tidak menunjukkan cara memanggil nama mereka. Mereka menyembunyikan nama mereka rapat-rapat karena melakukan pekerjaan yang buruk dan sangat dibenci banyak orang.

Satu hal yang saya ketahui, untuk menjaga dan melindungi raja, jangan izinkan seorang pun dalam rumah tangga kerajaan yang melayani keperluan raja, betapa pun sepele pekerjaannya, menyembunyikan asal-usul, tempat, keturunan, dan orang-orang yang benar-benar diketahui (Bernard Lewis, hal 11. 2009)”

Para raja dan pengeran di abad pertengahan ngeri setengah mati dengan kelompok pembunuh profesional ini. Korban-korban mereka adalah para pejabat Khilafah Islamiyah dan para pengeran Kristen. Raja Kristen pertama yang mati di ujung belati Assassin adalah Conrad Montferrat. Konon sultan Salahuddin al Ayubi pun pernah hampir menjadi korban Assassin.

Pemimpin gerakan rahasia ini adalah Hasan bin Sabah. Dia banyak dikenal orang dengan gelar Orang Tua Dari Gunung. Dia adalah pengikut Syiah Ismailiyah yang telah jatuh kepada kesesatan. Kegemarannya mabuk dan menghisap ganja. Sebagai markas besar komando gerakan pembunuh yang dipimpinnya ini dia membangun sebuah kastil dengan benteng yang kokoh di sebuah tempat terpencil, Lembah Alamut, di kawasan Iran sekarang. Alamut sendiri berarti Sarang Elang. Di dalam kastil itulah dia membangun sebuah taman yang amat indah yang meniru taman-taman surga. Marco Polo yang pernah berkunjung ke sana pada tahun 1273 berkomentar: “Adalah sang Orang Tua yang memerintahkan untuk menutup lembah-lembah di antara dua pegunungan ini dan mengubahnya menjadi taman. Sebuah taman yang amat besar dan indah sejauh yang pernah dilihat dan dipenuhi dengan bermacam jenis buah. Di taman itu berdiri berbagai paviliun dan istana paling elok sejauh yang bisa dibayangkan… Di situ juga terdapat terowongan-terowongan yang dialiri anggur dan susu, serta madu dan air. Juga terdapat sejumlah gadis paling cantik di dunia yang bisa memainkan aneka macam alat musik dan menyanyi dengan amat merdu, serta menari dengan gaya yang sangat mengesankan hati.”

Hasan bin Sabah merekrut anak-anak kecil di sekitar benteng untuk dilatih menjadi pembunuh-pembunuh profesional yang hanya patuh kepada dirinya. Jika pernah menonton film Ninja Assassin, mungkin gambarannya adalah seperti tempat training ninja di tempat terpencil yang dijalani dengan kejam dan berdarah-darah. Untuk mendapatkan ketaatan total dari anak buahnya, Hasan bin Sabar mencekoki mereka dengan ganja dan minuman memabukkan. Bahkan kaum Assassin ini telah menganggap Hasan sebagai nabi yang bisa memberikan surga kalau mereka rela mati demi menjalankan misi yang dia berikan.

Suatu kali Hasan memberikan segelas minuman kepada seorang pemuda. Ada ‘sesuatu’ di dalam minuman itu yang membuat sang pemuda tak sadarkan diri setelah meneguknya. Ketika sang pemuda tak sadarkan diri, Hasan membawa pemuda itu ke dalam tamannya yang indah seperti surga. Ketika sang pemuda siuman, dia merasa tercengang karena telah dikelilingi oleh keindahan tiada tara. Dia meresa dirinya sedang berada di surga. Ketika itulah Hasan datang sambil mengaku-aku sebagai orang suci dan bahkan sebagai nabi. Kemudian dia memberikan janji-janji manis kepada sang pemuda untuk mendapatkan ketaatan total dari pemuda itu. Seperti itulah salah satu modus yang dipakainya.

Pada bulan Mei dan Juni 1271, pasukan Sultan Baibars mengepung benteng-benteng kaum Assassin di Ulaiqa dan Rusafa. Pada bulan Oktober tahun itu juga, Syamsuddin, pimpinan kaum Assassin menyerah kepada sultan Baibars. Setelah penyerahan Syamsuddin, pengepungan benteng-benteng Assassin yang lain terus berlanjut. Itulah akhir dari sepak terjang kelompok pembunuh rahasia berdarah dingin yang begitu ditakuti pada abad pertengahan itu.

Sejak pertengahan abad ke-19 M, keturunan kaum Assassin penganut Syiah Ismailiyah ini hidup dengan damai sebagai penduduk desa, dengan pusat kegiatan di Salamiyah, di hamparan gurun yang mereka garap menjadi permukiman baru.

0

Perang Dzatus Salasil

Perang Dzatus Salasil, atau Pertempuran Rantai adalah perang pertama yang pecah antara Khilafah Rasyidah dengan Dinasti Sassan Persia. Pertempuran ini terjadi di Kuwait (Kazima) tak lama setelah Perang Riddah berakhir dan wilayah timur Arabia disatukan di bawah otoritas Khalifah Abu Bakar. Perang ini pun adalah perang pertama dari Khilafah Rasyidah di mana pasukan Muslim bergerak untuk memperluas perbatasan mereka. Perang ini terjadi pada April 633 Masehi.

Continue Reading

0

Kasih Sayang Bagi Semesta

Ada orang-orang yang nuduh Islam sebagai agama yang barbar, nggak beradab, dan nggak berperikemanusiaan. Mereka nuduh kayak gitu karena –katanya- Islam disebarkan dengan pedang dan peperangan. Katanya, Islam nggak kenal kompromi, siapa yang nggak mau masuk Islam pasti bakal langsung ditebas pake pedang. Apakah tuduhan-tuduhan ini benar? Yuk kita lihat apa yang terjadi pada peristiwa Perang Salib.

Perang Salib berawal dari sebuah khutbah dari Paus Urbanus II pada tanggal 25 November 1095 di Konsili Clermont. Pada pertemuan itu, di hadapan para kesatria, pendeta, dan orang-orang miskin, Paus menyerukan perang suci untuk melawan kaum Muslim. Paus mengatakan bahwa orang-orang Turki Saljuk adalah ras barbar dari Asia Tengah yang baru saja masuk Islam, yang terus merangsek maju menyerbu Anatolia. Turki Saljuk telah merebut banyak wilayah di Anatolia dari Kekaisaran Bizantium Kristen. Setelah para kesatria Kristen itu membersihkan Anatolia dari kotoran-kotoran Turki Saljuk, kewajiban mereka selanjutnya adalah berbaris rapi menuju Yerusalem dan merebut kota suci itu dari tangan bangsa kafir. Memalukan sekali jika Maka Kristus berada di tangan kaum Muslim.

Continue Reading

0

Freemasonry Dalam Tubuh Khilafah Islamiyah

Freemasonry adalah sebuah gerakan rahasia (mungkin sekarang sudah tidak rahasia lagi karena sudah banyak diungkap dan diulas oleh berbagai kalangan) yang dilekatkan dengan kaum Yahudi dan juga dengan konspirasi besar untuk mensekularkan umat manusia. Banyak sumber yang menginformasikan bahwa Freemasonry terlibat dalam berbagai konspirasi besar dunia secara tersembunyi. Freemasonry pulalah yang memiliki peran besar dalam upaya meruntuhkan Khilafah Islamiyah yang pada akhirnya berhasil diruntuhkan pada tahun 1924. Tulisan ini ingin mengungkapkan sekelumit kisah tentang kiprah Freemasonry dalam tubuh Khilafah Islamiyah.

Continue Reading

0

Cinta dan Benci Pada Islam

Ada sebuah logika yang amat sederhana. Islam tidak akan pernah bisa menyatu dengan kekufuran. Islam dan kekufuran pastilah akan saling berbenturan dan saling mengalahkan, sebab Islam adalah haq dan kekufuran adalah bathil. Yang haq dan yang bathil tidak akan penah bisa bersatu. Sebagai sebuah kondisi dari kondisi ini adalah adanya sebuah suasana saling membenci antara orang-orang yang berpegang kepada yang haq (Islam) dan orang-orang yang berpegang kepada yang bathil (kekufuran). Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT. dalam surah Al Baqarah ayat 120, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada kaum muslim sampai kaum muslim mengikuti millah (agama dan pandangan hidup) mereka. Itu juga yang digambarkan Allah dalam surah Ali Imran ayat 118. Dalam surah ini disebutkan bahwa telah nyata kebencian dari mulut-mulut orang kafir itu, dan apa yang disembunyikan hati mereka adalah lebih besar lagi. Dengan demikian kita dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat.

Continue Reading

0

Tembok Perawan

Salah satu halang rintang terbesar yang harus dihadapi Fetih Sultan Mehmet ketika hendak menaklukkan Konstantinopel adalah tembok yang mengelilingi kota itu. Tembok yang dinamai Tembok Theodosius ini dibangun oleh Kaisar Theodosius pada sekitar tahun 300 M. Jika meminjam istilah Ust. Felix Siauw, dari tahun 300an sampai tahun 1453, ketika Konstantinopel berhasil ditaklukkan Fetih Sultan Mehmet, “tembok ini masih perawan”. Karena keberadaan jajaran tembok inilah kota Konstantinopel bisa bertahan selama ribuan tahun dari serangan berbagai bangsa dan peradaban. Mari kita bicarakan tembok yang telah berhasil dibobol oleh Fetih Sultan Mehmet ini.

Continue Reading

0

Penaklukan Syam

Penaklukan Muslim atas Suriah terjadi pada paruh pertama abad ke-7 Masehi, penaklukan ini ditujukan pada wilayah yang dikenal sebagai Levant, yang kemudian menjadi provinsi Islam Biladusy Syam. Kekuatan Arab Muslim telah muncul di perbatasan sebelah selatan bahkan sebelum wafatnya Rasulullah Muhammad saw. pada 632 Masehi, menghasilkan Perang Mu’tah pada 629 Masehi, tetapi serangan yang sesungguhnya dimulai pada 634 di bawah penerusnya, Khulafa Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khaththab, dengan Khalid bin Walid sebagai pemimpin militer mereka yang paling penting.

Continue Reading