1

Pertempuran Ullais

mehyar horse ride

Pertempuran Ullais terjadi antara kekuatan Khilafah Rasyidah dan Kekaisaran Sassan Persia pada pertengahan Mei 633 Masehi di Irak, dan kadang disebut juga Pertempuran Sungai Darah, karena hasil dari pertempuran itu adalah kerugian besar di pihak Sassan Persia dan Kristen Arab.

Sebelum memulai pertempuran dengan orang Persia, Khalid bin Walid menulis surat kepada Hormuz, gubernur Persia di wilayah perbatasan Dast Meisan. Isinya:

“Masuklah ke dalam Islam dan kau akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan kau serta rakyatmu akan berada di dalam perlindungan kami, jika tidak maka kau tidak bisa melakukan hal lain selain menyalahkan dirimu sendiri, karena aku akan mengirimkan orang-orang yang lebih mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”

Ini adalah pertempuran keempat dari urutan pertempuran yang terjadi antara pasukan Muslim melawan pasukan Persia. Setelah masing-masing pertempuran, Persia dan sekutu Arab mereka bergabung dan bertempur kembali. Pertempuran-pertempuran ini menghasilkan mundurnya kekuatan Kekaisaran Sassan Persia dari Irak dan dikuasainya wilayah ini oleh kaum Muslim dan Khilafah Rasyidah.

Continue Reading

0

Nyanyian Sang Pembunuh

Assassin Creed, terinspirasi dari Assassin.

Saya jadi ingat dengan sebuah game terkenal yang sudah dimainkan jutaan orang di dunia, Assassin’s Creed. Game ini berkisah tentang seorang pembunuh rahasia yang profesional, yang harus menjalankan misi membunuh orang-orang penting. Di dalam game ini juga digambarkan bahwa sang pembunuh punya latar belakang spiritual tertentu. Dan game ini mengingatkan saya kepada kelompok pembunuh profesional yang pada abad pertengahan dikenal sebagai “Assassin” di dunia barat. Dan Assassin ini memang benar-benar ada.

Pada suatu ketika di tahun 1332, Raja Philip VI dari Prancis sedang merencanakan untuk mengirimkan pasukan salib guna merebut kembali tempat-tempat suci umat Kristen yang ketika itu dikuasai kaum Muslim. Ketika mengetahui rencana raja, seorang pendeta asal Jerman bernama Brocardus menulis sebuah naskah yang berisi berbagai masukan untuk sang raja dalam menjalankan misinya. Brocardus menulis nasihat itu berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Salah satu hal penting yang ditulis Brocardus adalah tentang bahaya apa saja yang akan mengancam sang raja dalam perjalanan sucinya ke timur. Pada bagian inilah Brocardus menulis tentang Assassin.

Saya menyebutnya sebagai Assassin, yang terkutuk dan suka melarikan diri. Mereka menjual diri mereka, haus darah, dan tega membunuh orang-orang yang tak bersalah demi uang, dan tidak memedulikan kehidupan dan keselamatan mereka sendiri. Serupa hantu, mereka sanggup mengubah diri mereka menjadi segala sesuatu, meniru sikap, pakaian, bahasa, kebiasaan, dan tingkah laku bermacam-macam bangsa dan rakyat. Sembari sembunyi di balik penyamaran, mereka menebar kematian kapan pun mereka mau.

Saya belum pernah melihat mereka, saya mengetahui mereka hanya dari nama mereka dan aneka macam tulisan. Saya tidak mengetahui lebih banyak. Saya juga tak dapat menunjukkan bagaimana kebiasaan-kebiasaan atau ciri khas mereka yang lain. Saya, atau orang lain, sungguh tidak mengetahui mereka. Saya juga tidak menunjukkan cara memanggil nama mereka. Mereka menyembunyikan nama mereka rapat-rapat karena melakukan pekerjaan yang buruk dan sangat dibenci banyak orang.

Satu hal yang saya ketahui, untuk menjaga dan melindungi raja, jangan izinkan seorang pun dalam rumah tangga kerajaan yang melayani keperluan raja, betapa pun sepele pekerjaannya, menyembunyikan asal-usul, tempat, keturunan, dan orang-orang yang benar-benar diketahui (Bernard Lewis, hal 11. 2009)”

Para raja dan pengeran di abad pertengahan ngeri setengah mati dengan kelompok pembunuh profesional ini. Korban-korban mereka adalah para pejabat Khilafah Islamiyah dan para pengeran Kristen. Raja Kristen pertama yang mati di ujung belati Assassin adalah Conrad Montferrat. Konon sultan Salahuddin al Ayubi pun pernah hampir menjadi korban Assassin.

Pemimpin gerakan rahasia ini adalah Hasan bin Sabah. Dia banyak dikenal orang dengan gelar Orang Tua Dari Gunung. Dia adalah pengikut Syiah Ismailiyah yang telah jatuh kepada kesesatan. Kegemarannya mabuk dan menghisap ganja. Sebagai markas besar komando gerakan pembunuh yang dipimpinnya ini dia membangun sebuah kastil dengan benteng yang kokoh di sebuah tempat terpencil, Lembah Alamut, di kawasan Iran sekarang. Alamut sendiri berarti Sarang Elang. Di dalam kastil itulah dia membangun sebuah taman yang amat indah yang meniru taman-taman surga. Marco Polo yang pernah berkunjung ke sana pada tahun 1273 berkomentar: “Adalah sang Orang Tua yang memerintahkan untuk menutup lembah-lembah di antara dua pegunungan ini dan mengubahnya menjadi taman. Sebuah taman yang amat besar dan indah sejauh yang pernah dilihat dan dipenuhi dengan bermacam jenis buah. Di taman itu berdiri berbagai paviliun dan istana paling elok sejauh yang bisa dibayangkan… Di situ juga terdapat terowongan-terowongan yang dialiri anggur dan susu, serta madu dan air. Juga terdapat sejumlah gadis paling cantik di dunia yang bisa memainkan aneka macam alat musik dan menyanyi dengan amat merdu, serta menari dengan gaya yang sangat mengesankan hati.”

Hasan bin Sabah merekrut anak-anak kecil di sekitar benteng untuk dilatih menjadi pembunuh-pembunuh profesional yang hanya patuh kepada dirinya. Jika pernah menonton film Ninja Assassin, mungkin gambarannya adalah seperti tempat training ninja di tempat terpencil yang dijalani dengan kejam dan berdarah-darah. Untuk mendapatkan ketaatan total dari anak buahnya, Hasan bin Sabar mencekoki mereka dengan ganja dan minuman memabukkan. Bahkan kaum Assassin ini telah menganggap Hasan sebagai nabi yang bisa memberikan surga kalau mereka rela mati demi menjalankan misi yang dia berikan.

Suatu kali Hasan memberikan segelas minuman kepada seorang pemuda. Ada ‘sesuatu’ di dalam minuman itu yang membuat sang pemuda tak sadarkan diri setelah meneguknya. Ketika sang pemuda tak sadarkan diri, Hasan membawa pemuda itu ke dalam tamannya yang indah seperti surga. Ketika sang pemuda siuman, dia merasa tercengang karena telah dikelilingi oleh keindahan tiada tara. Dia meresa dirinya sedang berada di surga. Ketika itulah Hasan datang sambil mengaku-aku sebagai orang suci dan bahkan sebagai nabi. Kemudian dia memberikan janji-janji manis kepada sang pemuda untuk mendapatkan ketaatan total dari pemuda itu. Seperti itulah salah satu modus yang dipakainya.

Pada bulan Mei dan Juni 1271, pasukan Sultan Baibars mengepung benteng-benteng kaum Assassin di Ulaiqa dan Rusafa. Pada bulan Oktober tahun itu juga, Syamsuddin, pimpinan kaum Assassin menyerah kepada sultan Baibars. Setelah penyerahan Syamsuddin, pengepungan benteng-benteng Assassin yang lain terus berlanjut. Itulah akhir dari sepak terjang kelompok pembunuh rahasia berdarah dingin yang begitu ditakuti pada abad pertengahan itu.

Sejak pertengahan abad ke-19 M, keturunan kaum Assassin penganut Syiah Ismailiyah ini hidup dengan damai sebagai penduduk desa, dengan pusat kegiatan di Salamiyah, di hamparan gurun yang mereka garap menjadi permukiman baru.

0

Perang Dzatus Salasil

Muslim-Warriors-Horseback

Perang Dzatus Salasil, atau Pertempuran Rantai adalah perang pertama yang pecah antara Khilafah Rasyidah dengan Dinasti Sassan Persia. Pertempuran ini terjadi di Kuwait (Kazima) tak lama setelah Perang Riddah berakhir dan wilayah timur Arabia disatukan di bawah otoritas Khalifah Abu Bakar. Perang ini pun adalah perang pertama dari Khilafah Rasyidah di mana pasukan Muslim bergerak untuk memperluas perbatasan mereka. Perang ini terjadi pada April 633 Masehi.

Continue Reading

0

Cinta dan Benci Pada Islam

Kubah Masjid

Ada sebuah logika yang amat sederhana. Islam tidak akan pernah bisa menyatu dengan kekufuran. Islam dan kekufuran pastilah akan saling berbenturan dan saling mengalahkan, sebab Islam adalah haq dan kekufuran adalah bathil. Yang haq dan yang bathil tidak akan penah bisa bersatu. Sebagai sebuah kondisi dari kondisi ini adalah adanya sebuah suasana saling membenci antara orang-orang yang berpegang kepada yang haq (Islam) dan orang-orang yang berpegang kepada yang bathil (kekufuran). Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT. dalam surah Al Baqarah ayat 120, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada kaum muslim sampai kaum muslim mengikuti millah (agama dan pandangan hidup) mereka. Itu juga yang digambarkan Allah dalam surah Ali Imran ayat 118. Dalam surah ini disebutkan bahwa telah nyata kebencian dari mulut-mulut orang kafir itu, dan apa yang disembunyikan hati mereka adalah lebih besar lagi. Dengan demikian kita dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat.

Continue Reading

0

Penaklukan Syam

battle_Ohod

Penaklukan Muslim atas Suriah terjadi pada paruh pertama abad ke-7 Masehi, penaklukan ini ditujukan pada wilayah yang dikenal sebagai Levant, yang kemudian menjadi provinsi Islam Biladusy Syam. Kekuatan Arab Muslim telah muncul di perbatasan sebelah selatan bahkan sebelum wafatnya Rasulullah Muhammad saw. pada 632 Masehi, menghasilkan Perang Mu’tah pada 629 Masehi, tetapi serangan yang sesungguhnya dimulai pada 634 di bawah penerusnya, Khulafa Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khaththab, dengan Khalid bin Walid sebagai pemimpin militer mereka yang paling penting.

Continue Reading