0

Mengkritisi Ungkapan “Pacaran Setelah Nikah”

Pacaran-Setelah-Nikah

Kita kerap kali mendengar kalangan aktifis Islam yang melontarkan istilah pacaran setelah nikah. Kemudian di beberapa buku motivasi cinta Islami kita juga sering kali menemukan istilah ini menghiasi sampul depannya. Dari berbagai hal yang saya tangkap, sepertinya istilah ini ingin menggambarkan bahwa segala aktifitas yang biasa dilakukan oleh orang yang sedang pacaran (seperti berduaan, berpegangan tangan, bermesraan, mencium, memeluk, dst.) mestinya dilakukan setelah kokoh ijab kabul pernikahan. Dengan kata lain, pacaran setelah nikah.

Sebelumnya saya ingin mengungkapkan bahwa saya tertarik membicarakan tema ini setelah membaca status fb rekan saya yang sangat inspiratif, mas Adi Wijaya. Di dalam statusnya beliau pun mengkritisi istilah itu. Sejak awal sebenarnya saya sudah ‘geli’ dengan ungkapan itu, dan dasar dari ‘kegelian’ saya pun cukup beralasan.

Continue Reading