0

Mengutuk Demokrasi, Tapi Menikmatinya

demokrasi

Lontaran lain yang kerap kali dialamatkan kepada pihak-pihak yang menolak demokrasi adalah “mengutuk demokrasi, tetapi menikmatinya.” Mereka menyatakan bahwa orang-orang yang tidak mau menerima demokrasi itu adalah orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih, karena tindakan mereka menolak demokrasi itu sebenarnya adalah karena berkah demokrasi. Kalau kran demokrasi tidak dibuka lebar-lebar, tentunya orang-orang seperti itu tidak akan diberi kesempatan untuk meneriakkan penolakan mereka terhadap demokrasi.

Continue Reading

0

Awas Ada Pejabat!!!

tips-pakaian-pejabat-laki-laki

Lalulintas kota Medan memang menyebalkan dan memuakkan. Sudah hampir tiga tahun saya tinggal di kota ini dan saya masih tetap tidak bisa berhenti mengurut dada dan menggelengkan kepala dengan semua kondisi ini, padahal semuanya saya hadapi hampir setiap hari. Selama tinggal di Sukabumi, saya tidak pernah sekali pun mengalami kecelakaan lalulintas. Tapi selama tinggal di Medan, kalau dihitung-hitung, saya sudah tiga kali kecelakaan motor.

Kondisi jalan yang banyak lubangnya, kendaraan-kendaraan berat yang banyak berlalulalang di jalan, lampu merah yang cukup sering mati, pasar tumpah, polusi, orang-orang yang menyeberang jalan seenaknya, plus sikap pengendara yang juga seenaknya, membuat kondisi lalulintas di kota Medan sangat memuakkan (terutama di kawasan sekitar Kampung Lalang yang hampir setiap hari harus saya lewati karena memang tidak ada lagi jalan lain, kalau pun ada harus memutar jauh). Kalau di Medan, lampu merah tandanya jalan, lampu hijau tandanya ngebut! Luarbiasa sekali.

Continue Reading

0

Anomali Demokrasi

illusion_of_democracy

Ada banyak orang yang merasa keren ketika dirinya memperjuangkan demokrasi. Seolah-olah demokrasi adalah titik puncak idealnya sistem yang ada di tengah-tengah umat manusia. Ketika memperjuangkan demokrasi tandanya memperjuangkan kemanusiaan. Padahal sebenarnya demokrasi justru alat untuk menjajah kemanusiaan.

Ada pebedaan sangat jauh antara semboyan-semboyan demokrasi dengan kenyataan penerapan demokrasi. Suara rakyat yang menjadi roh dari demokrasi dan selalu diagung-agungnya, seolah-olah musnah dan sirna pada tataran kenyataan. Sebab praktek-praktek demokrasi ternyata sering kali bertentangan dengan kehendak mayoritas rakyat. Dengan amat sederhana hal ini bisa kita lihat dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika Indonesia diguncang isu kenaikan harga BBM, terjadilah pergolakan di tengah-tengah rakyat. Penolakan meledak di mana-mana. Wajar saja, sebab siapa orangnya yang mau harga BBM dinaikkan? Kalau dia rakyat jelata pastilah dia akan menolak rencana kenaikan harga BBM itu. Hidup rakyat yang sudah menderita dipastikan akan semakin menderita dengan dinaikkannya harga BBM.

Continue Reading