0

Skanderbeg Sang Pengkhianat (Serial Musuh Muhammad al-Fatih, 3 dari 3)

George Kastrioti

Musuh Muhammad al-Fatih kali ini adalah George Kastrioti. Skanderbeg, adalah gelar yang diberikan orang-orang Turki kepadanya karena dia hebat seperti Alexander the Great (gelar Skanderbeg diturunkan dari gabungan antara Iskender atau Alexander di lidah orang Turki dan Bey, yang berarti tuan atau penguasa).

Skanderbeg adalah seorang bangsawan Albania yang lahir pada tanggal 4 Mei 1405. Dia memimpin sebuah aliansi yang bernama Liga Lezhe (The League of Lezhe) dan mempertahankan wilayah Albania dari gempuran futuhat Usmani selama lebih dari dua dekade. Kemampuan militer Skanderbeg menghadirkan rintangan besar bagi gerak futuhat Usmani dan dia diakui oleh banyak kalangan di Eropa sebagai model terhadap perlawanan Kristen terhadap gerak futuhat kaum Muslim.

Skaderbeg lahir di sebuah desa kecil di Albania bernama Sine. Bapaknya adalah seorang bangsawan kelas menengah di Albania yang bernama Gjon Kastrioti, ibunya bernama Vojsava Tripalda. Karena bapaknya menjadi penguasa bawahan Usmani, Skanderbeg tinggal di bawah penguasaan dan didikan kemiliteran Usmani. Pada tahun 1430, Skanderbeg bertempur untuk Sultan Murad II, dan bergabung dalam pasukan Sipahi. Skanderbeg kemudian diangkat menjadi gubernur di beberapa wilayah taklukan Usmani, termasuk di Kruje (salah satu wilayah di Albania). Karena kehebatannya, Skanderbeg dipercaya untuk memimpin kavaleri Usmani sebanyak 5000 personel. Dan dia pun memeluk Islam.

Pada November 1443, Skanderbeg memberontak pada Usmani pada saat Perang Nis berkecamuk, ketika itu Usmani memerangi Janos Hunyadi. Skanderbeg melarikan diri dari peperangan bersama dengan 300 orang prajurit Usmani asal Albania. Dia bergegas menuju Kruje, dan dengan mengabaikan surat dari Sultan Murad II, dia mengangkat dirinya sendiri menjadi penguasa Kruje, bebas dari kekuasaan Usmani. Dia kemudian menaklukkan beberapa wilayah di sekitar Kruje dan wilayah-wilayah yang dahulu dimiliki bapaknya, kemudian murtad dari Islam, dan memproklamirkan diri sebagai pembalas dendam dan pembela tanahnya dari serangan Usmani. Dia kemudian mengibarkan bendera merah dengan gambar siluet elang berkepala dua.

Tanggal 2 Maret 1444. Skanderbeg mempersatukan semua penguasa wilayah di Albania di kota Lezhe, dan membentuk Liga Lezhe. Rekan aliansinya yang terdekat adalah Gjerj Arianiti, yang kemudian anaknya, Donika, dia nikahi. Skanderbeg dan pasukannya meraih lebih dari 20 kemenangan di medan perang melawan Usmani. Dia memang lawan yang sangat tangguh. Kehebatan Skanderbeg di berbagai pertempuran memaksa al Fatih untuk menandatangani perjanjian damai selama 10 tahun yang ditandatangani di Skopje. Skanderbeg sendiri menolak berdamai, namun dia dikalahkan oleh keinginan dari Tanush Topia (pangeran Albania). Selama Skanderbeg hidup, al Fatih berkali-kali mengepung Kruje, namun selalu gagal menaklukkannya. Barulah setelah kematian Skanderbeg karena malaria pada 17 Januari 1468, al Fatih berhasil menaklukkan benteng Kruje, dan akhirnya menguasai seluruh Albania.

Sayf Muhammad Isa on sabfacebook
Sayf Muhammad Isa
Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi.

Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.

Sayf Muhammad Isa

Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi. Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.