0

Pertempuran Hira

battle_Ohod

Pertempuran Hira terjadi antara Kekaisaran Sassan Persia dengan Khilafah Rasyidah pada 633 Masehi. Ini adalah salah satu pertempuran awal dalam penaklukan Muslim atas Kekaisaran Persia.

Konteks

Kota al-Hirah, dikenal luas dengan kemegahan dan kekayaannya, adalah salah satu kota kekaisaran karena ia adalah ibukota provinsi Irak. Banyak penghuninya yang berasal dari kabilah Lakhm yang beragama Kristen Arab mengawasi wilayah gurun di sekitarnya mewakili Kekaisaran Sassan Persia. Menurut sejarawan Romawi, Procopius, kabilah Lakhm “sangat berpengalaman dengan peperangan, dan sangat setia pada Kekaisaran Persia (sebelum 608 saat Persia bebalik melawan mereka). Selama pemerintahan Khilafah Rasyidah, Abu Bakar, mengirimkan surat kepada Khalid bin Walid yang menyatakan bahwa “Penaklukan al-Hirah dan Kufah dipercayakan kepadamu.”

Pada Mei 633 Masehi, Arab Muslim, di bawah komando Khalid bin Walid, menyerang kota berbenteng itu, yang mana kabilah Lakhm menggunakan proyektil untuk menyerang pasukan Muslim. Pertempurannya sangat singkat dan penduduk kota itu dengan cepat menyerah dan membawa berbagai hadiah kepada Khalid bin Walid. Setelahnya, lima kastil di kota itu, yang sangat dikagumi karena keindahannya, jatuh ke tangan Muslim dan penduduk kota setuju untuk menyerah serta membayar jizyah. Para penduduk pun setuju untuk bertindak sebagai mata-mata melawan Kekaisaran Sassan Persia, persis seperti yang dilakukan oleh penduduk kota Ullais.

Sayf Muhammad Isa on sabfacebook
Sayf Muhammad Isa
Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi.

Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.

Sayf Muhammad Isa

Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi. Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.