3

Ghazi 3: Behind The Scene

Pencarian pedang: Salah satu kisah di Ghazi 3.

Ghazi” adalah gelar bagi mujahidin yang berperang dan mengorbankan dirinya demi meninggikan kalimatullah dan menghancurkan musuh-musuh Islam. Secara lebih royal, gelar Ghazi disematkan kepada para Sultan Turki Utsmani. Jadi sebenarnya setiap orang bisa saja mendapatkan gelar kehormatan ini, asalkan ia bersedia untuk berjuang di jalan Allah dalam jihad fi sabilillah.

Novel serial The Chronicles of Ghazi yang saya garap bersama kangmas Ustadz Felix Siauw ini mengisahkan sepak terjang para Ghazi dalam berjihad di jalan Allah, dan mewujudkan janji Rasulullah saw., penaklukan Konstantinopel. Dan icon dari para Ghazi ini adalah Sultan Muhammad al Fatih.

Hingga saat ini novel Ghazi sudah terbit dua seri. Awalnya novel Ghazi akan terbit tiga seri saja (trilogi), tapi ternyata momen penaklukan Konstantinopel adalah sebuah momen sangat agung yang tidak cukup jika hanya dituangkan dalam tiga buku. Terlebih lagi, momen agung ini sudah dipersiapkan bertahun-tahun sebelumnya sejak Muhammad al Fatih masih sangat muda. Dengan kata lain, bukan hanya momen penaklukan yang agung itu saja yang amat menakjubkan dan berharga untuk diangkat, tetapi juga seluruh persiapan menuju ke sana haruslah diangkat. Terlebih lagi, bagaimana proses pembentukan mental seorang Muhammad al Fatih hingga menjadi pemuda yang sanggup mewujudkan penaklukan itu pun sangat penting untuk diangkat.

Karena itulah, novel Ghazi yang tadinya trilogi kemudian diubah menjadi pentalogi (5 seri). Insya Allah kelima seri ini bisa menampung seluruh momen mendebarkan baik sebelum penaklukan Konstantinopel, maupun setelah penaklukan Konstantinopel.

Serial Ghazi yang insya Allah akan terbit dalam waktu dekat adalah Ghazi seri ke-3. Saat ini proses penyelesaian naskahnya masih berjalan sedikit lagi dan insya Allah tak lama lagi akan masuk tahap proses desain dan layout. Petualangan Muhammad al Fatih dan Vlad Dracula dalam mencari kekuatan untuk menuntaskan obsesi mereka masing-masing semakin memuncak. Masing-masing mereka mengumpulkan ilmu, senjata, dan teman-teman. Muhammad al Fatih semakin giat belajar dan berlatih bersama para gurunya yang antara lain adalah Syaikh Ahmad Alqurani dan Syaikh Aaq Syamsuddin. Dia juga mendapatkan teman-teman baru yang kelak akan berjuang bersamanya untuk menaklukkan Konstantinopel. Mereka adalah Radu, Zaghanos, Saruja, Karaja, dan Ishaq. Muhammad al Fatih pun memulai petualangannya untuk mencari pedang terkuat yang dahulu pernah digunakan Sultan Salahuddin al Ayubi tatkala menaklukkan Palestina.

Di sisi lain, dalam pelariannya, Dracula pun mengumpulkan kekuatan. Dia menjerumuskan dirinya semakin dalam kepada kegelapan. Dracula mulai berkenalan dengan setan yang berjanji akan memberinya kekuatan, yang dari sanalah akar kekejamannya menancap makin dalam. Dia menjalankan ritual-ritual yang sesat dan suram untuk mewujudkan keinginannya dan menuntaskan seluruh dendamnya.

Seperti biasa, ilustrasi yang kuat dan memukau juga akan meramaikan Ghazi seri ketiga. Ilustrasi ini akan digarap oleh Mas Handri Satria Handjaya yang baru saja merampungkan salah satu karya besarnya yang juga bertema Sultan Muhammad al Fatih. Barakallah. Semoga generasi Islam semakin mencintai sejarah Islam.

Sayf Muhammad Isa on sabfacebook
Sayf Muhammad Isa
Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi.

Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.

Sayf Muhammad Isa

Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi. Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.