0

Freemasonry Dalam Tubuh Khilafah Islamiyah

Freemasonry adalah sebuah gerakan rahasia (mungkin sekarang sudah tidak rahasia lagi karena sudah banyak diungkap dan diulas oleh berbagai kalangan) yang dilekatkan dengan kaum Yahudi dan juga dengan konspirasi besar untuk mensekularkan umat manusia. Banyak sumber yang menginformasikan bahwa Freemasonry terlibat dalam berbagai konspirasi besar dunia secara tersembunyi. Freemasonry pulalah yang memiliki peran besar dalam upaya meruntuhkan Khilafah Islamiyah yang pada akhirnya berhasil diruntuhkan pada tahun 1924. Tulisan ini ingin mengungkapkan sekelumit kisah tentang kiprah Freemasonry dalam tubuh Khilafah Islamiyah.

Ide Liberte-egalite-fraternite (kebebasan-persamaan-persaudaraan) yang menjadi spirit dari Revolusi Prancis adalah ide-ide Freemasonry. Ide-ide sesat ini kemudian dibawa oleh pasukan Prancis yang menyerbu Mesir dibawah pimpinan Napoleon Bonaparte pada tahun 1798 bersama dengan beberapa anggota Freemasonry yang mengikutinya. Diduga pada tahun itulah Freemasonry mulai masuk ke dalam tubuh Khilafah Utsmaniyah.

Dr. Ali Muhammad Ash Sholabi dalam bukunya yang berjudul Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyah menceritakan sekelumit sejarah bagaimana pergerakan Mason di tubuh Khilafah Islamiyah. Setelah Napoleon meninggalkan pasukan Prancis di Mesir, kepemimpinan militer diambil oleh Jenderal Kleber. Bersama dengan tentara penganut Mason, dia membangun loji Mason di Kairo, yang disebut grup Izisie. Mereka berhasil merekrut sedikit orang dari Mesir. Ketika Kleber mati pada tahun 1800, grup ini dibubarkan, hanya saja anggota-anggotanya masih terus bergerak sendiri-sendiri.

Pamflet-pamflet pertama yang disebarkan oleh Napoleon di Mesir sangat kental dengan pemikiran-pemikiran Mason. Dalam selebaran itu dia menyatakan “Katakan pada mereka (orang-orang Mesir) bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah, dan sesungguhnya yang membedakan mereka antara satu dengan yang lain adalah akal, keutamaan, dan ilmu saja.” Propaganda ‘persamaan’ seperti ini jelas sekali amat menyesatkan, sebab tidaklah sama di hadapan Allah antara yang beriman dengan yang kafir seberapa pun hebatnya akal dan keutamaan orang-orang kafir itu. Tentara Prancis pun masuk ke Mesir dengan membawa berbagai bentuk kemaksiatan dan keburukan (liberalisme) khas Mason: prostitusi dan seks bebas; mendorong perempuan muslim untuk memperlihatkan auratnya; dan mendorong banyak orang untuk melakukan kemaksiatan secara terang-terangan.

Ketika gerakan Turki Muda mulai bersemi, mereka menjadikan loji-loji kaum Mason di Prancis sebagai tempat mereka menginap dan menjalankan berbagai diskusi untuk merencanakan aksi mereka. Setelah mereka pulang ke Turki dengan ide-ide Mason itu di kepala mereka, gerakan mereka semakin gencar untuk menumbangkan Khilafah Utsmaniyah. Tapi nampaknya kaum Mason sedang ketar-ketir sekarang ini, sebab kebangkitan kembali Khilafah Islamiyah dan tergugahnya umat Islam dari keterpurukan sudah tidak bisa mereka bendung lagi. Allahu Akbar!!!

Sayf Muhammad Isa on Facebook
Sayf Muhammad Isa
Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi.

Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.

Sayf Muhammad Isa

Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi. Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one. Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.