0

Pertempuran Hira

battle_Ohod

Pertempuran Hira terjadi antara Kekaisaran Sassan Persia dengan Khilafah Rasyidah pada 633 Masehi. Ini adalah salah satu pertempuran awal dalam penaklukan Muslim atas Kekaisaran Persia.

Konteks

Kota al-Hirah, dikenal luas dengan kemegahan dan kekayaannya, adalah salah satu kota kekaisaran karena ia adalah ibukota provinsi Irak. Banyak penghuninya yang berasal dari kabilah Lakhm yang beragama Kristen Arab mengawasi wilayah gurun di sekitarnya mewakili Kekaisaran Sassan Persia. Menurut sejarawan Romawi, Procopius, kabilah Lakhm “sangat berpengalaman dengan peperangan, dan sangat setia pada Kekaisaran Persia (sebelum 608 saat Persia bebalik melawan mereka). Selama pemerintahan Khilafah Rasyidah, Abu Bakar, mengirimkan surat kepada Khalid bin Walid yang menyatakan bahwa “Penaklukan al-Hirah dan Kufah dipercayakan kepadamu.”

Continue Reading

1

Pertempuran Ullais

mehyar horse ride

Pertempuran Ullais terjadi antara kekuatan Khilafah Rasyidah dan Kekaisaran Sassan Persia pada pertengahan Mei 633 Masehi di Irak, dan kadang disebut juga Pertempuran Sungai Darah, karena hasil dari pertempuran itu adalah kerugian besar di pihak Sassan Persia dan Kristen Arab.

Sebelum memulai pertempuran dengan orang Persia, Khalid bin Walid menulis surat kepada Hormuz, gubernur Persia di wilayah perbatasan Dast Meisan. Isinya:

“Masuklah ke dalam Islam dan kau akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan kau serta rakyatmu akan berada di dalam perlindungan kami, jika tidak maka kau tidak bisa melakukan hal lain selain menyalahkan dirimu sendiri, karena aku akan mengirimkan orang-orang yang lebih mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”

Ini adalah pertempuran keempat dari urutan pertempuran yang terjadi antara pasukan Muslim melawan pasukan Persia. Setelah masing-masing pertempuran, Persia dan sekutu Arab mereka bergabung dan bertempur kembali. Pertempuran-pertempuran ini menghasilkan mundurnya kekuatan Kekaisaran Sassan Persia dari Irak dan dikuasainya wilayah ini oleh kaum Muslim dan Khilafah Rasyidah.

Continue Reading

0

Pertempuran Walaja

532984218_ae4174e9ec

Pertempuran Walaja adalah pertempuran yang terjadi di Mesopotamia (Irak) pada Mei 633 Masehi antara Khilafah Rasyidah di bawah komando Khalid bin Walid dan Mutsanna bin Harits, melawan pasukan Kekaisaran Sassan Persia dan aliansi Arabnya. Pada perang ini, dikatakan bahwa pasukan Sassan Persia berjumlah tiga kali lebih banyak dari pasukan Muslim.

Khalid secara mencengangkan mengalahkan pasukan Persia yang jumlahnya lebih besar dengan menggunakan variasi taktik manuver double envelopment, mirip dengan manuver Hannibal yang digunakan untuk mengalahkan kekuatan Romawi di Perang Cannae; namun, Khalid dikatakan telah mengembangkan taktik ini sendiri secara independen.

Continue Reading

0

Pertempuran Sungai

A_painting2

Menurut sumber Arab dan Muslim, Pertempuran Sungai mengambil tempat di Mesopotamia (Irak) antara kekuatan Khilafah Rashidah dan Kekaisaran Sassan Persia. Muslim, di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid, mengalahkan pasukan Persia yang superior secara jumlah.

Pendahuluan

Nabi Muhammad wafat pada tanggal 8 Juni 632 Masehi, dan Abu Bakar menggantikannya sebagai Khalifah pertama. Kekhalifahan Abu Bakar berlangsung selama 27 bulan, selama itu dia menghancurkan pemberontakan suku-suku Arab di Semenanjung Arabia dalam pertempuran yang sukses melawan orang-orang murtad dan mengembalikan kekuasaan Madinah di seluruh Arabia. Saat pemberontakan itu telah berhasil dipadamkan, Abu Bakar memulai perang penaklukan. Dia meluncurkan serangan melawan Kekaisaran Sassan Persia dan Kekaisaran Romawi Timur (Kekaisaran Bizantium) dan sehingga peristiwa ini menggerakkan mercusuar sejarah yang hanya dalam beberapa dekade pendek akan mengarah kepada terbentuknya kekaisaran terbesar dalam sejarah.

Continue Reading

0

Logika LaGiBeTe!

Ulil-Abshar

Memang sangat aneh kaum LGBT itu. Kecenderungan mereka untuk menyukai sesama jenis (secara seksual) memang tidaklah masuk akal. Bagaimana mungkin ada orang yang ‘mencintai’ sesama jenisnya dan meninggalkan lawan jenisnya? Ini benar-benar di luar logika. Tetapi seperti itulah yang terjadi saat ini, kaum Nabi Luth yang sekarang bertransformasi menjadi kaum LGBT wara-wiri meminta pengakuan dan legitimasi. Dengan menggunakan Hak Asasi Manusia dan wacana kebebasan sebagai senjata ampuh, mereka menuntut agar tingkah laku mereka yang abnormal itu dimaklumi.

Orang-orang yang sekian lama terkenal sebagai pembela HAM dan liberalisme pun bersuara mendukung LGBT. Padahal tindakan ini malah makin menunjukkan kedangkalan intelektualitas mereka. Ulil Abshar Abdala, seorang tokoh JIL yang amat terkenal, berkicau tentang LGBT di akun twitternya @ulil, semuanya bernada dukungan.

Lesbian, gay, biseksual, dan transgender itu bukan ancaman, setidaknya begitulah kata Ulil dalam salah satu twit-nya. “LGBT bukan ancaman. Sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dan spesies manusia tak pernah punah karena mereka.”

Spesies manusia memang tidak punah karena mereka, untung saja Allah swt segera bertindak dengan memusnahkan kaum gay pertama (kaum Nabi Luth) sampai habis dan tidak bersisa. Kalau saja mereka dibiarkan, mungkin saja terjadi fenomena abnormal ini akan tersebar dan membawa kerusakan yang meluas. Saat ini pekerjaan kaum Luth diulangi lagi, apakah kita menunggu azab yang dulu pernah terjadi?

Memang benar bahwa LGBT sudah ada ribuan tahun yang lalu, tetapi apakah kelakuan buruk mesti kita ikuti kembali? Apakah karena LGBT sudah ada sejak ribuan tahun lalu, lantas kita memakluminya hari ini? Fitrah makhluk hidup saja menolak keberadaan LGBT, apalagi kalau ia sampai berkembang dan dirayakan di mana-mana! Makhluk paling rendah saja tertarik secara seksual dengan lawan jenisnya, bukan sesama jenisnya. Yang ada, mereka akan bertarung jika bertemu dengan makhluk sesama jenisnya, bukan saling mencintai. LGBT memang absurd.

2

Cinta dan Benci Pada Islam

Kaaba_at_night

Ada sebuah logika yang amat sederhana. Islam tidak akan pernah bisa menyatu dengan kekufuran. Islam dan kekufuran pastilah akan saling berbenturan dan saling mengalahkan, sebab Islam adalah haq dan kekufuran adalah bathil. Yang haq dan yang bathil tidak akan penah bisa bersatu. Sebagai sebuah kondisi dari kondisi ini adalah adanya sebuah suasana saling membenci antara orang-orang yang berpegang kepada yang haq (Islam) dan orang-orang yang berpegang kepada yang bathil (kekufuran). Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT. dalam surah Al Baqarah ayat 120, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada kaum muslim sampai kaum muslim mengikuti millah (agama dan pandangan hidup) mereka. Itu juga yang digambarkan Allah dalam surah Ali Imran ayat 118. Dalam surah ini disebutkan bahwa telah nyata kebencian dari mulut-mulut orang kafir itu, dan apa yang disembunyikan hati mereka adalah lebih besar lagi. Dengan demikian kita dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat.

Kenyataan ini terlihat jelas ketika Konstantinopel baru saja ditaklukkan oleh Fetih Sultan Mehmet dan ketika wafatnya penakluk besar ini.

Ketika Konstantinopel ditaklukkan, Eropa dicekam teror. Aroma kebencian segera membuncah dari orang-orang Kristen Eropa. Kardinal Bessarion mengirim surat kepada Doge (pemimpin) Venesia, surat itu memuat kebencian terhadap Islam: “Sebuah kota yang begitu maju… Keindahan dan kejayaan timur… tempat perlindungan semua hal baik, telah ditaklukkan, dinodai, dibinasakan, dan benar-benar dijarah bangsa barbar yang paling tidak manusiawi… binatang liar paling kejam… bahaya besar mengancam Italia, selain daerah lainnya, bila serangan besar bangsa barbar paling ganas ini tidak segera ditanggulangi.”

Frederick III, Kaisar Romawi Suci, bahkan sampai menangis ketika mendengar berita ini dan kemudian mengurung diri di kamarnya untuk berdoa dan bermeditasi. Paus Nikolas V menyebut Mehmet sebagai “putra Iblis pembawa kebinasaan dan kematian.” Sang Paus pun mengeluarkan Papal Bull (surat keputusan Paus) yang menyerukan Perang Salib kepada seluruh Eropa untuk melawan bangsa Turki.

Kebencian besar ini juga terlihat ketika Fetih Sultan Mehmet wafat pada tahun 1481. Duta besar negara asing pertama yang mengetahui kematian Sultan Mehmet adalah bailo Venesia, Niccollo Cocco. Bailo mengirim surat kepada Doge Venesia yang segera mengumumkan berita gembira itu ke seluruh negeri dengan membunyikan lonceng besar keramat orang Venesia di puncak menara lonceng San Marco yang bernama Marangona. Lonceng itu hanya dibunyikan ketika ada momen khusus saja, seperti kemunduran pasukan musuh, kematian seorang doge, atau kemenangan republik Venesia dalam suatu kancah peperangan. Tak lama kemudian lonceng di seluruh kota berdentang bersama dengan Marangona untuk merayakan kematian orang yang mereka sebut Grande Turco.

Ketika ‘kabar gembira’ itu tiba di Roma, Paus Sixtus segera menembakkan meriam dari Castel Sant’ Angelo. Seluruh lonceng berdentang dan Paus memimpin Kolese Kardinal dan semua duta besar melakukan pawai dari Basilika Santo Petrus menuju Gereja Santa Maria del Popoli. Malamnya, Roma terang benderang oleh kembang api. Orang-orang berpesta selama tiga hari. Semua perayaan itu dilakukan lagi di hampir seluruh Eropa.

Fetih Sultan Mehmet telah menunjukkan dan membuktikan kecintaannya kepada Islam. Beliau berjuang dan berjihad dengan harta, jiwa, dan raga, untuk menghilangkan berbagai rintangan fisik yang menghalangi sampainya dakwah Islam kepada umat manusia. Wajar saja kalau orang-orang kafir merasa terancam dan kemudian jadi membencinya. Persis seperti yang Allah gambarkan di dalam kitabNya. Yang aneh adalah jika ada orang Islam yang sepak terjangnya malah dicintai oleh kaum kafir. Kiprah dan perannya justru ditunggu-tunggu oleh kaum kafir. Yang begini ini namanya pengkhianat umat.

0

Bedanya Abu Lahab Dengan Abu Gosok

324_masyarakat-jahilliyah

Saya sendiri nggak tahu apa bedanya Abu Lahab dengan Abu Gosok. Setahu saya Abu Lahab adalah seorang paman Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam yang merupakan salah seorang gembong kekufuran sekaligus penentang dakwah Nabi. Sementara Abu Gosok adalah sebuah alat tradisional untuk membersihkan piring-piring dan panci yang kotor (ehm!). Jadi apa hubungannya Abu Lahab dengan Abu Gosok? Kayaknya nggak ada hubungannya sama sekali. Lalu kenapa saya membuat judul seperti itu? Yaaa, terserah saya, ini kan artikel saya (eeaaak!).

Tapi baiklah akan saya hubungkan juga artikel saya ini dengan Abu Lahab. Jadi, pada zaman dahulu kala, sebelum Islam diturunkan, orang-orang Arab jahiliyyah itu sudah mengakui bahwa pencipta semesta alam itu adalah Allah. Di dalam Alquran surah Luqman ayat 25, Allah subhanahu wata’ala berfirman seperti ini, “Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, ‘Allah,’ tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

Kalau kita bertanya kepada Abu Lahab, “Woy Abu Lahab, siapakah pencipta langit dan bumi?” Pastilah si Abu Lahab akan menjawab, “ya Allah lha.” Dia tahu dan mengakui bahwa Tuhan itu adalah Allah, sang pencipta langit dan bumi. Tetapi, sebagaimana kita ketahui, Abu Lahab ogah menyembah Allah, dia malah menyembah Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Dia juga ogah untuk taat kepada aturan Allah, dia malah taat kepada hawa nafsunya sendiri. Dengan kata lain, Abu Lahab memang mengakui bahwa Tuhan itu adalah Allah, tetapi pengakuan itu hanya di mulut saja. Karena perbuatan seperti itulah Allah menggelari dia sebagai orang kafir dan tempatnya di neraka.

Sekarang mari kita abaikan dulu orang kafir yang bernama Abu Lahab itu. Marilah kita sedikit membahas tentang sistem demokrasi yang sekarang ini tengah diagung-agungkan dan selalu dibela, bahkan oleh orang muslim. Kalau kita bersedia objektif dan jujur kepada diri dan hati kita sendiri, tentunya kita akan mengakui bahwa demokrasi itu tidak akan pernah bersesuaian dengan Islam. Tidak akan pernah sampai hari kiamat sekali pun. Demokrasi adalah sistem kufur yang tidak pernah berasal dari Islam sama sekali, dan terdapat banyak sekali dalil yang kuat yang membuktikan hal itu. Berbagai kajian telah dilakukan dan berbagai rilis telah disebarkan untuk menjelaskan betapa kufurnya demokrasi itu. Sekarang, tinggallah kita, apakah kita bersedia untuk mengakui hal itu, dengan tulus dan ikhlas, kemudian menarik diri dari hiruk-pikuk demokrasi?

Artikel ini ingin sekali saya hubungkan dengan acara Debat TVONE beberapa hari yang lalu, yang mengambil tema “Golput Haram!”. Baru saja beberapa menit saya tonton acara itu, eeehhh mati lampu. Saya jadi sebal sekali dengan pemadaman listrik bergilir yang akhir-akhir ini selalu terjadi di Medan. Namun dari beberapa menit yang berhasil saya tonton itu, terbitlah rasa keprihatinan yang amat besar di dalam hati saya. Ada orang-orang yang beragama Islam, berasal dari partai Islam, tetapi membela demokrasi habis-habisan, dan mengenyampingkan hukum Allah dengan berbagai dalih (bukan dalil), serta mencibir Khilafah Islamiyah yang merupakan satu-satunya sistem pemerintahan yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam.

Sikap seperti para politisi dari partai Islam tadi mirip (saya tidak mengatakan ‘sama’) dengan sikapnya Abu Lahab di atas. Abu Lahab mengaku bahwa Tuhan pencipta alam itu adalah Allah, tetapi dia tidak mau menyembah Allah, tidak mau taat kepada hukum Allah. Sementara para politisi muslim tadi, mereka mengakui bahwa Tuhan itu adalah Allah, mereka solat, mereka puasa, mereka zakat, mereka menaati perintah Allah dalam urusan ritual, tetapi mereka tidak mau menaati perintah Allah dalam urusan yang lebih besar lagi, yaitu menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan Khilafah Islamiyah, bahkan mereka mencibir Khilafah Islamiyah itu. Mereka ragu bahwa syariat Islam akan membawa kesejahteraan bagi umat manusia. Karena itulah saya menyebut sikap Abu Lahab dengan para politisi muslim tadi sekadar mirip.

Tetapi jangankan sama, mirip saja dengan perbuatan orang kafir adalah sebuah perbuatan yang tercela. Jadi jangan sampai perbuatan kita mirip dengan perbuatan orang kafir. Kita mau mengakui bahwa Tuhan itu Allah subhanahu wata’ala, kita mau solat, kita mau puasa, tetapi ketika diperintahkan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah, kita malah menolak. Kita malah lebih memilih menerapkan demokrasi yang diajarkan orang-orang kafir. Padahal dengan mata yang amat telanjang dan nggak harus dipakein apa-apa lagi, demokrasi sudah jelas kerusakan dan pertentangannya dengan Islam. Na’uzubillahi minzalik.

4

Valentine Day : Love or Lust? Sayang atau Syahwat?

01. katanya virus valentine day menyerang paling ganas pada remaja, karena itu kita perlu definisikan siapa itu remaja :)

02. remaja yang kena valentine day bukan lagi anak-anak, belum nyampe dewasa, apalagi kolot! remaja sering disebut abege, anak baru gede!

03. apanya yang gede?! | jangan piktor ah, yang jelas badannya tambah gede, tenaganya juga, porsi makannya pula, dan yang kentara nafsunya tambah gede!

04. karena nafsunya udah gede, makanya orang bilang masa remaja itu masa-masa paling indah, betul? | apanya yang indah? | cek…

05. mulai demen sama lawan jenis.. PDKT dah.. caranya | pinjem bukuuu! (ini strategi dari tahun 70-an), atau belajar bersama (strategi baheula)

06. indahnya lagi masa remaja, jalan bareng-bareng.. kalo ada yang kecantol, yaa.. ajak nonton bareng | pas nonton pingin? | megang-megang..

07. pas ditanya kenapa megang-megang? alasannya “praktek anatomi” *glek | ancur.. | kebablasan akhirnya?! | haliim! (ee.. salah, hamil) -_-; *sigh

08. gak kuat nanggung malu, diaborsi, digugurin, bayinya dibunuh, naudzubillah.. itulah kondisi remaja masa kini, hasil pergaulan bebas

09. banyak yang umbar nafsu atas nama cinta, dan itu bukan terjadi karena niat doang, tapi ceweknya juga kasi kesempatan | waspadalah! WASPADALAH!

10. makanya kita juga kudu tau kumaha me-menej cinta, yuk kita bahas tentang cinta (cie.. cie.. kalo udah yang ini pada ngumpul dah) :D

11. banyak definisi dari para sarjana tentang cinta, yang paling terkenal adalah “love is cinta” | gubrak! ya iyalah (judul film noh!) -_-;

12. ada yang bilang pula cinta itu perasaan mendalam yang nggak terukur (kayak sumur), ada juga yang bilang cinta itu buta (huruf, karena nggak pernah sekolah)

13. ada juga yang bilang “love at first sight” | bahasa indonesianya | jangan merokok sembarangan.. eh salah “cinta pertama” -_- | nama lainnya cinta monyet

14. kenapa cinta monyet? | karena monyet kalo pacaran udah putus urat malunya, rasa-rasa dunia milik bedua, yang lain figuran | begitulah cinta monyet

15. mendefinisikan cinta sulit, tapi saya bisa kasitau efek kena cinta, misal selalu senyum-senyum sendiri (beda tipis sih sama orang depresi akut)

16. cinta juga buat orang yang paling pemberani jd kyk ayam matok cacing, ngangguk2 mulu didepan yg dicintai, gak berani ngelawan

17. cinta juga bisa buat orang yang paling pengecut pasang badan, bertaruh nyawa demi yang dicintainya, jadi herois

18. cinta membuat gunung tak ada yg terlalu tinggi tuk didaki, buat tak ada laut yg terlalu luas tuk diseberangi *suit2.. :)

19. yang paling jelas, cinta adalah kursus puisi gratis, karena yg jatuh cinta mendadak jadi puitis, Hamlet aja kalah sama puisinya, mantap! :D

20. makanya Michael Faraday bilang “cinta itu tak dapat diciptakan n dimusnahkan, hanya berubah bentuk” (riwayat nipu) | eh itu listrik ya?

21. pokoknya jatuh cinta itu nikmat, lagu dangdut jadi enak didengar dan makanan apapun jadi lezat, hehe..

22. kalo lagi bokek, mau makan gratis, deketin aja orang yang lagi jatuh cinta, pasti ditraktir (kalo dia nggak sama bokek)

23. tapi jangan coba-coba minta traktir sama yang baru patah cinta, dilempar pake sendal jepit ada.. -_-; karena apapun jadi gak enak

24. orang putus cinta, makan tak enak (karena ngutang) tidur tak nyenyak (karena rumahnya bocor) hehe.. :D

25. ah, ngelantur dah, balik lagi.. Ok, jadi cinta itu adalah sesuatu yang fithrah, murni, suci. Allah pun memberitahu kita lewat firmannya:

26. “diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya; Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa sakinah (cederung) kepadanya..

27. ..dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah)” (QS 30:21) | ini ayat sering ada di undangan nikah, pasti apal kan :)

28. “Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita..” (QS 3:14) | ini juga firman Allah bahwa cinta itu fithrah

29. jadi hukum asalnya cinta memang fithrah, guna mewarnai dunia, merekatkan ukhuwah dan madu dalam keluarga 🙂 | tapi banyak disalahartikan..

30. zaman skarang, cinta disamarkan dengan nafsu, dengan hubungan fisik, disempitkan maknanya oleh yang namanya pacaran.. zzz.. -_-;

31. apalagi nanti tgl 14 Februari, ramai remaja dan remaja-kolot disesatkan oleh virus valentine day, menjerumuskan dan membunuh rasio atas nama cinta

32. Muslim atau bukan, semua tumpah ruah merayakan dengan macem-macem cara yang ujung-ujungnya pasti maksiat, sekali lagi, pasti maksiat -_-;

33. begitulah aslinya valentine day yg berasal dari ritual kaum Romawi yang hobi banget memuja seks dan tubuh manusia, selalu mengukur kesenangan dengan fisik

34. asal mula valentine day adalah Lupercalian Festival, untuk memuja dewa kesuburan Lupercus (dewa pan dalam mitologi Yunani) bos-nya para satyr

35. Lupercus digambarkan dewa kesuburan dengan badan manusia dan kepala serta kaki kambing (inget Baphomet?) itulah dia

36. saya tunjukin gambarnya biar horor ya? | nih Dewa Lupercus yang dipuja oleh kaum Romawi di festival Lupercalia di 13 – 18 Februari

pan2

37. Pan ini juga suami Aphrodite (dewi kecantikan) yg punya anak namanya Eros (Cupid) | itu anak-anak besayap yg terbang bawa panah cinta -_-;

38. menurut legenda, saking gantengnya Cupid ini, ibunya sendiri kena panah asmaranya dan menyetubuhi anaknya | hiiiiiii~ itulah valentine day!

39. makanya dalam prayaan Lupercalia, masyarakat berpesta sex utk mengambil semangat Lupercus (dewa Pan) dan Aphrodite, maksiat semaleman

40. perayaan Lupercalia ini adalah perayaan wajib Romawi, menjadikan pada hari itu bersenang-senang antara pria-wanita, memuaskan nafsu setan

41. sampe datang Kristen jadi agama Romawi, namun Kristen tak kuasa larang perayaan ini, maka di-’bungkus’-lah dengan nama lain, yaitu Valentine Days!

42. pada tahun 496 Paus Gelasius akhirnya meresmikan #vday jadi agenda tahunan gereja, melegalkannya jadi hari besar Kristen, acaranya? sama maksiat

43. pada 1969 gereja menyatakan valentine day terlarang dirayakan karena dianggap Santo Valentine hanyalah tokoh buatan untuk legalisasi perayaan Lupercalia

44. karena gereja akhirnya sadar bahwa Valentine Day valentine day tak lain adalah hanya perayaan pesta seks yang dibalut atas nama Kristen, maksiat atas nama cinta

45. hal itu aja membuat kita cukup alasan utk tak ikut-ikutan, karena itu hari besar Romawi, juga pernah jadi hari raya agama Kristen, maksiat lagi tujuannya.. *sigh.. -_-

46. ada yang bilang, “ah, itu, kan dulu, sekarang kan murni hari kasih sayang!” | oh ya?! | coba simak fakta2 berikut

47. di Inggris & Amerika, setiap tahun angka nge-seks melonjak tinggi banget pada seminggu sebelum valentine day dan seminggu setelahnya, orang pada nge-seks pas valentine day

48. tanggal 14 Februari di Inggris dijadikan ‘The National Impotence Day’ | dihimbau agar para remaja tidak nge-seks pada minggu-minggu itu | tentu gagal

49. di US 14 Februari jadi ‘The National Condom Week’ jadi semua orang wajib pakai kondom untuk hindari kehamilan | karena mereka tau valentine day = seks

50. di Indonesia? | dari 413 responden yang disurvei 26,4% diantaranya ngaku suka merayakan valentine day sama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-,makan, ciuman lalu ngeseks

51. 54% remaja bandung pernah hubungan seks!. bahkan, persentasenya paling tinggi dibanding kota-kota besar lain seperti Jakarta (51%), Medan (52%) dan Surabaya (47%) (Kompas, 2006)

52. di beberapa daerah, tiap tahun baru dan valentine day, seperti yang kita baca di koran atau liat di tipi, penjualan kondom meningkat 40 – 80%, beberapa daerah bahkan soldout!

53. siapa yang paling diuntungkan oleh valentine day kalo begitu? | tentu kapitalis! | di US, valentine day menghasilkan total penjualan retail Rp 144,4 trilliun pada 2011!

54. di Indonesia juga sama, liat aja di toko-toko | pintar nian kapitalis menghancurkan remaja Muslim, sudah kantong bolong, iman pun bolong pula -_-;

55. valentine day yang diklaim hari kasih sayang keliatan boroknya, angka perceraian malah meningkat, di Indonesia dari thn 2005 – 2010, pceraian naik 100%!

56. di negeri yang paling heboh valentine day seperti US, perceraian justru terjadi 1 diantara 2 pernikahan (50%) | masih alasan ini hari kasih sayang?

57. perlu ditanyakan sekarang, valentine day : love or lust? sayang atau syahwat?

58. simak nasihat iIahi.. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…”

59. juga tausiyah kekasih kita “kamu akan ikuti sunnah2 orang2 sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.. |

60. dan ketika mereka masuk ke lubang biawak pun kalian tetap mengikutinya!. Kami bertanya “apakah mereka orang Yahudi dan orang Nasrani?”.. |

61. Rasul menjawab: “kalau bukan mereka (Yahudi dan Nasrani), siapa lagi?” (HR Bukhari) | valentine day adalah produk keduanya, Yahudi & Nasrani -_-;

62. jadi nggak ada manfaatnya kaum Muslim ikut-ikutan valentine day, kalo nggak ikut-ikutan tradisi dan ritual kufur, minimal berdosa.. ngapain, lebih baik kita mencinta secara sejati :D

follow @felixsiauw on twitter for more

0

Mengutuk Demokrasi, Tapi Menikmatinya

demokrasi

Lontaran lain yang kerap kali dialamatkan kepada pihak-pihak yang menolak demokrasi adalah “mengutuk demokrasi, tetapi menikmatinya.” Mereka menyatakan bahwa orang-orang yang tidak mau menerima demokrasi itu adalah orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih, karena tindakan mereka menolak demokrasi itu sebenarnya adalah karena berkah demokrasi. Kalau kran demokrasi tidak dibuka lebar-lebar, tentunya orang-orang seperti itu tidak akan diberi kesempatan untuk meneriakkan penolakan mereka terhadap demokrasi.

Continue Reading

0

Borgia dan Kegilaannya

Pope_Alexander_Vi

Belum pernah ada mimpi buruk di Vatikan seburuk ketika Keluarga Borgia menggenggam kekuasaan kepausan. Mereka tamak banget akan kekuasaan dan nggak mau berhenti untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Puncak degradasi moral ini dibawa oleh Paus Alexander VI alias Rodrigo Borgia. Seorang Paus dari Keluarga Borgia yang amat memalukan, dan sangat mencoreng pamor tahta kepausan sampai sekarang.

Rodrigo Lanzol dilahirkan pada 1 Januari 1431 dari Keluarga Borgia yang sangat berkuasa. Pada abad pertengahan, para Paus diangkat dari keluarga-keluarga kaya dan berpengaruh di Eropa, hingga sebenarnya terjadi persaingan diantara keluarga-keluarga itu untuk mengangkat orang-orangnya ke tahta kepausan. Persaingan ini seringkali berdarah-darah. Beberapa keluarga yang berpengaruh itu antara lain Keluarga Medici, Barberini, Orsini, de la Rovere, dan tentu saja Keluarga Borgia.

Continue Reading