0

Dakwah Nabi di Masa Modern

Aktivis-dakwah-futur

Menggulirkan perubahan di tengah-tengah masyarakat tidaklah mudah. Setidaknya perlu dirumuskan terlebih dahulu dua hal penting yakni: 1. Analisis tentang apakah permasalahan mendasar masyarakat? 2. Metode perubahan apa yang cocok dan hendak digunakan untuk mengadakan perubahan terhadap kondisi masyarakat tersebut. Dua hal ini sangat berkaitan erat seperti dua sisi mata uang. Jika satu poin saja keliru, maka perubahan yang diharapkan itu tidak akan terjadi. Kalau pun terjadi perubahan, maka itu hanyalah tambal sulam belaka dari kerusakan yang telah ada lebih dulu, dan dalam waktu dekat kerusakan itu akan semakin parah. Yang kemudian akan menjadi korban adalah masyarakat pula.

Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitabnya yang berjudul Nizhomul Islam menjelaskan kepada kita bahwa bangkit atau tidaknya manusia tergantung dari bagaimana pemikirannya tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan. Dengan kata lain faktor pemikiran mendasar ini adalah faktor penentu bangkit atau tidaknya manusia.

Continue Reading

0

“Jangan Mengutuk Gelapnya Malam, Tapi Carilah Pelita”

White-candle-flame-2

Saya kembali ingin membahas sebuah ungkapan yang sering kali digunakan untuk menutupi sebuah kezaliman. Apakah bahasa saya terlalu ekstrem? Apakah ungkapan di atas sering kali digunakan untuk menutupi kezaliman? Benar, ungkapan di atas sering kali digunakan untuk menutupi kezaliman. Sekarang mari kita bicarakan.

Ungkapan di atas pernah disampaikan oleh seorang politisi besar di negeri ini ketika dia hendak menyikapi aksi orang-orang yang selalu mengkritik pemerintah. Dia tujukan kalimat di atas untuk orang-orang yang kerjaannya mendemo kebijakan pemerintah. “Jangan bisanya cuma mengkritik dan mengutuk, ambillah tindakan nyata atas berbagai hal yang terjadi di sekitar kita. Jangan mengutuk gelapnya malam, karena hal itu tidak ada gunanya. Tetapi carilah pelita yang akan menerangi diri kita sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita.”

Continue Reading

0

Membangkang Khalifah Karena Rokok

687696_12093829082015_rokok_putung

Saya merasa beruntung sekali bahwa saya tidak memiliki kebiasaan merokok. Malah saya sering kali merasa muak kalau ada orang yang merokok di dekat saya. Asapnya itu lho yang bikin sebal, apalagi perokok pasif katanya punya risiko lebih berbahaya daripada perokok aktif itu sendiri. Karena saya tidak merokok itu pulalah saya bisa dengan bebas menuliskan naskah ini.

Continue Reading

0

Mengkritisi Ungkapan “Pacaran Setelah Nikah”

Pacaran-Setelah-Nikah

Kita kerap kali mendengar kalangan aktifis Islam yang melontarkan istilah pacaran setelah nikah. Kemudian di beberapa buku motivasi cinta Islami kita juga sering kali menemukan istilah ini menghiasi sampul depannya. Dari berbagai hal yang saya tangkap, sepertinya istilah ini ingin menggambarkan bahwa segala aktifitas yang biasa dilakukan oleh orang yang sedang pacaran (seperti berduaan, berpegangan tangan, bermesraan, mencium, memeluk, dst.) mestinya dilakukan setelah kokoh ijab kabul pernikahan. Dengan kata lain, pacaran setelah nikah.

Sebelumnya saya ingin mengungkapkan bahwa saya tertarik membicarakan tema ini setelah membaca status fb rekan saya yang sangat inspiratif, mas Adi Wijaya. Di dalam statusnya beliau pun mengkritisi istilah itu. Sejak awal sebenarnya saya sudah ‘geli’ dengan ungkapan itu, dan dasar dari ‘kegelian’ saya pun cukup beralasan.

Continue Reading

0

Keledai Tersandung di Iraq

Umar bin Khaththab

Pada suatu ketika, Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khathab pernah berkata bahwa beliau ngeri jika ada seekor keledai tersandung di Iraq karena ada jalan yang berlubang. Mengapa seorang yang gagah perwira seperti Khalifah Umar bisa sebegitu parnonya kalau ada keledai yang tersandung karena jalan berlubang di Iraq? Emangnya kalau ada keledai kesandung itu salahnya beliau? Ya salah sendiri, kenapa jalan nggak pake mata, sampe bisa kesandung ke lobang di jalan.

Ternyata Khalifah Umar nggak pernah berpikir kaya begitu. Beliau begitu ngeri bagaimana mempertanggungjawabkan semua itu di hadapan Allah. Beliau ngeri jika nanti keledai yang tersandung di Iraq karena jalan yang berlubang itu kemudian bersaksi kepada Allah swt., bahwa Khalifah Umar tidak meratakan jalan sehingga sang keledai tersandung! Dari sini kita akan mendapatkan gambaran bahwa Khalifah kaum muslim di dalam sistem Khilafah akan sangat memperhatikan sarana transportasi yang ada bagi rakyatnya. Sejarah telah mencatat bahwa para Khalifah kaum muslim begitu perhatian terhadap pembangunan kota, yang di dalamnya termasuk sarana transportasi, sehingga kota-kota Islam menjadi kota yang megah, indah, serta kosmopolitan selama ratusan tahun. Jalan-jalan di kota-kota Islam telah diperkeras pada abad pertengahan, sementara di London pada saat yang sama, jalan-jalan masih becek nggak ada ojieg, belepotan lumpur, dan jorok karena dilumuri jerami.

Sementara itu lihat saja apa yang terjadi sekarang. Saya sampai geleng-geleng kepala (nggak tujuh keliling). Ditlantas Polri mencatat, selama mudik 2012 yang lalu telah terjadi 5233 kecelakaan lalu lintas, dan 908 orang di antaranya mati di jalan (Al Islam Edisi 620). Dan saya yakin, di antara ribuan kecelakaan itu, banyak di antaranya karena lubang-lubang di jalan.

Saya nggak tahu persis, apakah pemerintah benar-benar memikirkan urusan ini dengan serius? Sebab perkara lubang di jalan ini sudah menyangkut nyawa manusia. Ribuan orang mengalami kecelakaan di jalan hanya karena lubang di jalan. Dengan kata lain adanya lubang di jalan ini bukan urusan kecil. Apakah pemerintah mau memikirkan ini dengan serius? Saya tekankan lagi, “dengan serius”. Sebab kalau sekedar “memikirkan”, pastilah mereka memikirkan hal itu. Tapi jika ditambah frasa “dengan serius”, konsekuensinya akan lebih berat lagi. Sebuah keseriusan mengharuskan adanya aktifitas fisik, bukan hanya aktifitas pemikiran saja. Dengan kata lain, kalau pemerintah baru bisa mikir dan ngomong doang bahwa mereka akan mempercantik sarana dan prasaran transportasi, tandanya mereka tidak serius. Tapi kalau mereka benar-benar bertindak memperbaiki seluruh sarana transportasi di negeri ini sampai tidak ada lagi jalan yang berlubang, barulah mereka bisa disebut serius.

Tapi sepertinya urusan pemerintah sudah numpuk, seperti menjaga citra, mengumpulkan kekayaan, enak-enakan studi banding alias pelesiran, persiapan buat pemilu 2014, dan banyak lagi kesibukan lainnya. Sehingga mana sempat lagi mengurusi lubang-lubang di jalan. Dengan demikian walaupun sudah ratusan orang yang mati karena lubang di jalan, mereka hanya akan berkata, “Salah sendiri, kenapa nggak ngeliat di situ ada lubang.” Pemerintah semprul tuh kaya begitu. Mari, tegakkan Syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah.

0

Menggugat Posisi Selebriti

Star

Ada sebuah rasa sebal yang aneh setiap kali saya mengalihkan perhatian kepada para selebritis. Selebritis yang saya maksud di sini tentunya adalah mereka yang bergelut di bidang entertainment (hiburan), seperti penyanyi, aktor, aktris, pemain sinetron, dan pemain film. Kenapa rasa sebal itu yang bangkit di dalam diri saya? Sebab saya tidak mengerti mengapa kita begitu mengagung-agungkan para selebritis itu? Padahal apa sih yang kita teladani dari mereka?

Continue Reading

0

Anomali Demokrasi

illusion_of_democracy

Ada banyak orang yang merasa keren ketika dirinya memperjuangkan demokrasi. Seolah-olah demokrasi adalah titik puncak idealnya sistem yang ada di tengah-tengah umat manusia. Ketika memperjuangkan demokrasi tandanya memperjuangkan kemanusiaan. Padahal sebenarnya demokrasi justru alat untuk menjajah kemanusiaan.

Ada pebedaan sangat jauh antara semboyan-semboyan demokrasi dengan kenyataan penerapan demokrasi. Suara rakyat yang menjadi roh dari demokrasi dan selalu diagung-agungnya, seolah-olah musnah dan sirna pada tataran kenyataan. Sebab praktek-praktek demokrasi ternyata sering kali bertentangan dengan kehendak mayoritas rakyat. Dengan amat sederhana hal ini bisa kita lihat dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika Indonesia diguncang isu kenaikan harga BBM, terjadilah pergolakan di tengah-tengah rakyat. Penolakan meledak di mana-mana. Wajar saja, sebab siapa orangnya yang mau harga BBM dinaikkan? Kalau dia rakyat jelata pastilah dia akan menolak rencana kenaikan harga BBM itu. Hidup rakyat yang sudah menderita dipastikan akan semakin menderita dengan dinaikkannya harga BBM.

Continue Reading

2

Dux Bellorum

mehyar horse ride

Kalau di Inggris Raya zaman Dark Ages (abad kegelapan) ada seorang pemimpin perang brillian bernama Arthur, maka di tanah Arab juga pernah hidup seorang pemimpin perang terhebat sepanjang masa dan sepanjang sejarah umat manusia. Nama jenderal besar itu: Khalid ibn al-Walid. Dahulu kala, Nabi pernah mengatakan bahwa Islam akan menaklukkan kekaisaran Romawi dan Persia. Dan di tangan Khalid-lah cita2 itu dieksekusi, dan diwujudkan.

Ada semacam rasa kebanggaan yg aneh yg memuncak sampai ke ubun2 saat saya menulis cerita ini. Sebuah pride yg sangat besar karena panglima perang yg hebat itu adalah seorang muslim, sama seperti saya. Kaum muslimin menggelari Khalid sebagai Sayfullah al-Maslul (Pedang Allah yg terhunus). Dia dicatat sejarah sebagai ahli militer yg memimpin pasukan kaum muslimin di lebih dari 100 pertempuran dan tak pernah terkalahkan. Lawan2nya adalah pasukan2 dari negara2 adidaya saat itu seperti kekaisaran Persia Sassanid dan kekaisaran Romawi Bizantium, serta aliansi2 mereka. Kerap kali pasukan2 negara adidaya itu memiliki jumlah yg berkali-kali lipat lebih banyak dari pada pasukan Islam di bawah pimpinan Khalid, tapi toh kemenangan bukan ditentukan oleh banyaknya jumlah pasukan. Melainkan ditentukan oleh pertolongan Allah. “Berapa banyak pasukan yg berjumlah lebih sedikit bisa mengalahkan pasukan yg berjumlah lebih banyak dengan pertolongan Allah.”, gitu kata Allah di dalam Alquran. Kemenangan juga ditentukan oleh kejeniusan Khalid sebagai komandan pasukan. Strategi2nya jitu dan mumpuni. Seorang pakar militer terkenal sekaligus panglima divisi 3 pasukan Jerman, Jenderal Aaron Rommel suatu kali pernah ditanya tentang rahasia kemenangan2nya, dia mengatakan bahwa dia meniru taktik perang seorang Jenderal Islam yaitu Khalid ibn al-Walid (Zahid Ivan Salam: 2001). Nabi pernah berkata, “sahabat2ku adalah seperti bintang2 yg mengiringi bulan purnama. Siapa pun yg mengikuti mereka, maka akan menemukan jalannya”.

Khalid ibn al-Walid dilahirkan di Mekah sekitar tahun 590 M (lebih muda beberapa tahun dari Nabi Muhammad). Anak dari Walid ibn al-Mughira, kepala klan Banu Makhzum dari Quraish. Sejak kecil Khalid digelari al-Wahid. Dia mendapatkan pendidikan militer yg sangat baik sejak kanak2. Dia belajar menggunakan berbagai jenis senjata dan menunggang kuda. Hal ini membentuknya menjadi pemuda yg gagah dan tegap dengan tubuh jangkung besar (sekitar 6 kaki). Khalid pun dikenal sebagai pegulat terhebat di Mekah. Khalid dan Khalifah Umar ibn al-Khatab ternyata sepupuan. Mereka memiliki banyak kemiripan (termasuk wajahnya).

Pada tahun 625 M, Khalid memimpin pasukan berkuda Quraish melawan pasukan Islam di bukit Uhud, saat itu Khalid masih kafir.  Pasukan Islam yg tadinya hampir menang langsung berbalik 180 derajat menjadi kalah karena keteledoran pasukan panah dan kejeniusan taktik perang Khalid. Dendam pada perang Badar pun terbalaskan.

Setelah disepakatinya Perjanjian Hudaybiyah pada tahun 628 M antara konfederasi Quraish dan Daulah Islam (negara Islam) yg dipimpin oleh Nabi Muhammad, secara mengejutkan Khalid datang ke Madinah dan menemui Nabi. Di hadapan Nabi, Khalid mangucapkan syahadat dan masuk Islam. Nabi menyatakan kepadanya bahwa apabila seseorang masuk Islam, maka dosa2nya yg telah lalu akan dihapuskan dan dia akan bersih dari dosa seperti bayi yg baru dilahirkan. Namun Khalid tetap menyatakan penyesalannya yg amat dalam akan dosa2nya dahulu yg telah menyakiti diri Nabi dan kaum muslimin. Nabi berkata kepadanya, sekarang gunakan saja pedangnya itu di jalan Allah utk membela agamaNya, bukan untuk menghancurkannya. Nabi sendirilah yg kemudian menggelarinya Sayfullah al-Maslul.

Sore hari tahun 629 M di Mu’tah, tiga komandan pasukan Islam (Zaid ibn Haritsah, Jafar ibn Abi Talib, Abdullah ibn Rawahah) telah gugur. Pasukan Islam kemudian mengangkat Khalid utk memimpin pasukan Islam. Khalid melewatkan malam itu tanpa penyerangan. Keesokan paginya Khalid menyerang dengan pengaturan formasi yg rumit yg tidak pernah dikenali sebelumnya oleh Pasukan Romawi. Akhirnya pasukan Romawi lari tunggang-langgang.

Setelah wafatnya Nabi, kepemimpinan Daulah Islam dipegang oleh Abu Bakr sebagai Khalifah. Setelah meredam gejolak dalam negeri dan orang2 murtad dalam Pertempuran Ridda, Abu Bakr menugaskan Khalid untuk menaklukkan kekaisaran Persia. Dengan jumlah personel hanya 18000 orang Khalid memenangkan 4 pertempuran berturut-turut: Pertempuran Chains (April 633M), Pertempuran Sungai (minggu ketiga bulan April 633M), Pertempuran Walaja (Mei 633 M), dan Pertempuran Ullais (pertengahan Mei 633M). Dan pada akhir minggu bulan Mei 633 M, ibu kota Iraq jatuh ke tangan pasukan muslim setelah Pertempuran Hira. Setelah mengistirahatkan pasukannya, pada bulan Juni 633 M Khalid bergerak menuju ke al-Anbar dan mengepungnya selama beberapa minggu. Pada bulan Juli tahun 633 M al-Anbar menyerah. Khalid kemudian bergerak ke selatan dan menaklukkan kota Ein ul Tamar setelah Pertempuran Ein ul Tamar di akhir minggu bulan Juli tahun 633 M.  Sejak saat itu hampir seluruh Iraq berada di bawah kendali umat Islam.

Tak lama kemudian Khalid mendengar bahwa Persia sedang menyusun pasukan dalam jumlah besar. Dalam beberapa minggu dia memutuskan untuk menghancurkan pasukan Persia secara terpisah untuk menghindari konfrontasi langsung dengan pasukan gabungan Persia yg berjumlah besar itu. Empat divisi pasukan Persia dan pasukan Arab Kristen terkonsentrasi di kota Hanafiz, Zumiel, Sanni, dan Muzieh. Khalid membagi pasukannya menjadi tiga unit dan memutuskan untuk menyerang satu persatu secara mendadak pada malam hari. Dimulai dengan Pertempuran Muzieh, kemudian Pertempuran  Sanni, dan terakhir Pertempuran Zumiel. Bulan November tahun 633 M, Khalid mengalahkan tiga pasukan kota2 itu dalam rangkaian serangan tiga sisinya pada malam hari. Kekalahan ini mengakhiri kekuasaan Persia atas Iraq. Bulan Desember tahun 633 M, Khalid sampai di perbatasan kota Firaz. Tempat di mana dia mengalahkan pasukan gabungan Persia Sassanid, Romawi Bizantium, dan Kristen Arab di Pertempuran Firaz. Pertempuran ini menjadi medan perang terakhir atas penaklukan Iraq.

Tugas selanjutnya bagi Khalid adalah menaklukan Syria yg merupakan salah satu provinsi dari kekaisaran Romawi Bizantium. Provinsi Syria saat itu terdiri dari wilayah Syria modern, Yordania, Palestina, Libanon dan selatan Turki. Melintasi gurun Syria, Khalid bersama pasukannya yg sekarang hanya berjumlah 9000 orang memasuki Syria pada bulan Juni tahun 634 M dan memerintahkan 23000 tentara muslim untuk datang ke sana di bawah komando 4 orang komandan yaitu Abu Ubaida ibn al-Jarrah, Yazid ibn Abu Sufyan, Sharjeel ibn Hasana, dan Amr ibn al-‘As.

Setelah seharian Khalid berhasil menaklukkan Syria. Dia sampai di kota Sawa, menghadapi perlawanan dan sore harinya kota itu pun takluk dan bersedia membayar jizyah (semacam pajak untuk orang non muslim. Tapi pajaknya nggak memberatkan seperti sekarang. Tentang jizyah bisa dilihat di kitab al-Amwal fi Daulah al-Khilafah karangan Syaikh Abdul Qadim Zalloum). Di hari yg sama dia bergerak ke kota Aarak dan kota itu bersedia membayar jizyah. Besoknya Khalid bergerak ke kota Tarmad yg kemudian menyerah juga. Kota Sakhna dan Qadma bersedia membayar Jizyah. Esok harinya kota Qarteen dan Hawwareen ditaklukkan, setelah Pertempuran Qarteen dan Pertempuran Hawwareen. Setelah menaklukkan kota2 itu Khalid bergerak ke Damaskus. Setelah 3 hari perjalanan dia sampai di sebuah celah gunung berjarak 20 mil dari Damaskus yg dikenal sebagai Sanita al-Uqab (celah Uqab). Dari sana Khalid bergerak menjauhi Damaskus menuju sisa pasukan Islam yg berada di perbatasan Syria-Arabia. Di Maraj al-Rahab, Khalid mengalahkan pasukan Ghassanid Arab Kristen dalam sebuah pertempuran pendek di Maraj al-Rahit. Dia menjauhi benteng Romawi di Damaskus menuju kota Basra. Khalid sampai di Basra setelah tiga hari dan ketika sampai di sana dia menemukan 4000 pasukan muslim sedang bertempur melawan pasukan Romawi di bawah komando Sharjeel ibn Hasana. Segera setelah Khalid dan 9000 pasukannya sampai di sana, pasukan Romawi mundur dan membatu di benteng mereka. Setelah beberapa hari mereka keluar juga dari benteng dan dikalahkan di Pertempuran Bassorah, mundur lagi ke benteng dan kemudian menyerah. Sebanyak 130 orang prajurit muslim syahid pada saat itu (pertengahan Juli tahun 634 M).

Pasukan muslim kemudian mendengar sedang disusunnya pasukan Romawi di Ajnadayn sebanyak 90.000 personel. Sementara seluruh pasukan muslim hanya berjumlah 32.000 personel. Khalid mengalahkan Romawi di pertempuran Ajnadayn pada tanggal 30 Juli 634 M. Setelah satu minggu Khalid bergerak ke Damaskus, dan di perjalanan dia mengalahkan pasukan Romawi yg lain di Pertempuran Yakosa (Agustus 634 M). Tomur, menantu Kaisar Heraklius, mengirimkan pasukan untuk menghentikan Khalid, tapi mereka juga dikalahkan di pertempuran Maraj al-Safar pada tanggal 19 Agustus 634 M. Dia mengalahkan pasukan Romawi di Sanita al-Uqab. Esoknya Khalid sampai di Damaskus dan mengepung kota itu selama sebulan. Pasukan Khalid mencegah pasukan Romawi mengahancurkan pengepungan dan pada tanggal 18 September 634 M Damaskus ditaklukkan.

Bizantium diberi waktu 3 hari untuk pergi sejauh-jauhnya dengan membawa serta keluarga dan segala harta benda atau tetap tinggal di Damaskus dengan membayar jizyah. Setelah 3 hari, pasukan Khalid menyerang Romawi di pertempuran Maraj al-Debaj. Saat pengepungan Damaskus itu Abu Bakr wafat dan Umar ibn al-Khatab naik jadi Khalifah. Umar menurunkan jabatan Khalid dan mengangkat Abu Ubaida ibn al-Jarrah sebagai panglima angkatan bersenjata. Sementara umat Islam bertanya-tanya kenapa panglima angkatan bersenjata berprestasi seperti Khalid malah diturunkan pangkatnya. Umar sendiri kemudian menyampaikan alasannya secara pribadi kepada Khalid di kemudian hari. Bahwa ternyata Umar takut kaum muslimin menganggap bahwa kemenangan itu disebabkan oleh Khalid, dan bukan oleh pertolongan Allah atas mereka.

Tak lama setelah diangkatnya Abu Ubaida sebagai Panglima  Angkatan Bersenjata, dia mengirim Khalid untuk menyelamatkan pasukan Islam yg terjebak oleh pasukan Romawi di Abu al-Quds. Khalid tiba di sana dan mengalahkan Romawi di pertempuran Abu al-Quds pada tanggal 15 Oktober 634 M. Abu Ubaida mengangkat Khalid sebagai komandan pasukan kavaleri (pasukan berkuda).

Heraklius membangun kembali pasukan untuk menghancurkan pasukan Islam di padang rumput Fahal. Pasukan Islam berangkat ke Fahal dengan Khalid sebagai komandan pasukan berkuda. Sampai di sana lebih dahulu dan mengalahkan pasukan Bizantium di Pertempuran Fahal pada tanggal 13 Januari 635 M.

Abu Ubaida mengirim Khalid untuk menaklukkan utara Syria. Khalid mengalahkan Romawi di sana dan mendapatkan banyak tawanan. Tawanan2 itu menginformasikan kepadanya bahwa Heraklius sedang menyiapkan upaya terakhir untuk mengambil kembali Syria. Sekitar 200 ribu tentara akan datang untuk mengambil kembali wilayah mereka. Segera setelah mendengar info itu, Abu Ubaida memanggil bawahan2nya termasuk Khalid. Khalid mengusulkan untuk memanggil seluruh kekuatan pasukan Islam dan mengarahkan semuanya ke padang rumput Yarmouk untuk bertempur. Abu Ubaida memerintahkan seluruh komandan pasukan di area2 taklukan untuk keluar dari sana, mengembalikan jizyah kepada penduduk dan segera ke Yarmouk. Pasukan Heraklius pun bergerak ke Yarmouk. Pasukan Islam tiba di sana pada bulan Juli 636 M. Seminggu atau dua minggu kemudian pasukan Heraklius tiba di sana. Belum terjadi apa2 sampai minggu ketiga bulan Agustus hingga Pertempuran Yarmouk dimulai. Abu Ubaida menyerahkan seluruh komando kepada Khalid dan pada bukan Oktober tahun 636 M pasukan Romawi dikalahkan.

Selanjutnya pasukan Islam dibawah pimpinan Khalid mengepung Jerusalem selama 4 bulan, dan dengan kawalan Khalid, Khalfah Umar membuka gerbang kota Jerusalem dengan tangannya sendiri, hal itu menandai penaklukan Jerusalem pada bulan April tahun 637 M.

Khalid kemudian menuju Qinasrin dan menaklukannya, kemudian Abu Uabida pun sampai di Qinasrin bulan Juni tahun 637 M. Abu Ubaida dan Khalid kemudian bergerak ke Aleppo. Setelah Pertempuran Aleppo, kota itu akhirnya menyerah pada bulan Oktober 637 M. Abu Ubaida dan Khalid kemudian bergerak ke Antioch. Pasukan Romawi menghadang mereka di dekat sebuah sungai yang di sana terdapat sebuah jembatan besi. Karena itulah pertempuran itu disebut Pertempuran Jembatan Besi.

Pasukan Islam mengalahkan Romawi dan Antioch menyerah pada tanggal 30 Oktober 637 M. Abu Ubaida mengutus Khalid untuk menaklukan kota2 di sekitarnya. Dalam rangkaian pertempuran kecil, Khalid menaklukan Lazkia, Jabla (bukan Jablay),  dan Tartus. Seluruh wilayah Munbij ditaklukkan hingga ke sungai Eufrat. Setelah menyelesaikan tugas, Khalid kembali ke Aleppo menemui Abu Ubaida pada bulan Januari 638 M. Beberapa penaklukan ke depan menandai akhir karir militernya.

Karena suatu kesalahpahaman, Khalifah Umar memberhentikannya secara total dari aktivitas militer dan memanggilnya pulang ke Madinah. Di sana Khalifah Umar menjelaskan kenapa dia memberhentikan Khalid, “Aku tidak memberhentikan Khalid karena kemarahanku atau mungkin karena ada ketidakjujuran pada dirinya. Tetapi karena orang terlalu mengagung-agungkannya. Aku takut orang2 akan tergantung kepadanya. Aku ingin semua orang mengetahui bahwa semuanya terjadi karena kehendak Allah, agar tak ada kekacauan di muka bumi ini”.

Khalid ibn al-Walid meninggal dunia di Emesa (Homs) pada tahun 642 M. Dia sebenarnya sangat menginginkan mati di medan perang sebagai syahid, dan kekecewaan yg dalam menghantuinya ketika dia tahu dia akan mati di tempat tidur. Khalid mengungkapkan kekecewaannya: “Aku bertempur di banyak pertempuran mencari kesyahidan. Sampai2 tidak ada tempat di tubuhku ini kecuali di sana ada bekas luka karena tombak, pedang atau belati. Dan sekarang di sinilah aku, sekarat di atas tempat tidur seperti matinya seekor unta tua. Semoga mata orang2 pengecut tak  pernah tidur”.

Kita, orang2 Islam, memiliki pendahulu2 yg luar biasa. Dan kita bangga karena pendahulu2 kita itu. Tapi satu hal yg harus kita sadari adalah, mereka semua jadi seluarbiasa itu karena mereka semua melaksanakan Islam. Bukan hidup bebas nggak karuan kaya’ orang2 Islam jaman sekarang.

0

AIDS Merajalela

aids-and-hiv-infection-2358

Setiap bulan Desember dunia memperingati Hari AIDS, tapi udah bertahun-tahun hari AIDS diperingati, yang kena virus AIDS tetep aja banyak. Kira-kira kenapa hal itu bisa terjadi ya? Ini dia pertanyaan besar buat kita dan peradaban kita sekarang ini.

Virus AIDS nggak bisa kita hentikan dengan hanya mengandalkan solusi-solusi parsial dan pragmatis seperti kondomisasi. Hingga saat ini solusi favorit untuk menanggulangi berbagai gejala virus HIV ini adalah dengan kondomisasi. Bahkan pemerintah sampe bikin yang namanya ATM kondom di beberapa titik di Jakarta. Pertanyaannya benarkan kondom bisa menghentikan persebaran virus AIDS itu?

Continue Reading